Selama ini, ketika membicarakan industri beauty, skincare sering menjadi kategori yang paling banyak mendapat perhatian. Padahal, perkembangan pasar menunjukkan bahwa beauty mulai memiliki hubungan yang semakin dekat dengan wellness dan kesehatan dari dalam.
Konsep beauty from within menjadi salah satu tren yang menarik untuk diperhatikan. Konsumen tidak hanya mencari produk untuk merawat kulit dari luar, tetapi juga mulai memperhatikan nutrisi dan kebutuhan tubuh dari dalam.
Hal ini menjadi salah satu pembahasan dalam seminar CISAS di Cosmobeauté Indonesia 2026 bertajuk “The Supplement Market Is Growing Fast, and Most Brands Are Still Missing It.”
Baca Juga: CISAS Siap Hadir di Cosmobeauté Indonesia 2026
Konsumsi Suplemen di Indonesia Terus Berkembang
Peluang pasar suplemen cukup besar. Berdasarkan PwC Voice of the Consumer 2026, 59% konsumen Indonesia mengonsumsi vitamin, mineral, atau suplemen. Bahkan, 54% konsumen berencana meningkatkan konsumsi vitamin dan suplemen dalam 12 bulan berikutnya.
Angka tersebut menunjukkan bahwa suplemen sudah menjadi bagian dari rutinitas banyak konsumen. Kondisi ini membuka peluang bagi brand untuk melihat kategori suplemen dengan pendekatan yang lebih spesifik, termasuk kebutuhan yang berkaitan dengan beauty.
Beauty Supplement Tumbuh Lebih Cepat
Perkembangan pasar menunjukkan adanya peluang menarik pada kategori beauty supplement.
Menurut Euromonitor, produk consumer health dengan positioning beauty tumbuh lebih dari 6% secara tahunan pada 2025, sedangkan keseluruhan consumer health tumbuh sekitar 2%.
Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan konsumen terhadap produk yang menghubungkan beauty dan wellness semakin berkembang. Suplemen pun tidak lagi hanya dikaitkan dengan kebutuhan nutrisi dasar.
Produk dapat dikembangkan untuk kebutuhan yang lebih spesifik, seperti healthy aging, skin health, active lifestyle, hingga wellness.
Baca Juga: Cara Melakukan Uji Coba Sampel Produk Kosmetik Maklon Sebelum Launching
Dari Basic Nutrition ke Targeted Wellness
Tren suplemen juga bergerak dari kebutuhan nutrisi dasar menuju targeted wellness. Konsumen semakin mencari produk yang sesuai dengan kebutuhan dan gaya hidup mereka.
Salah satu contohnya adalah magnesium. Bahan ini semakin banyak dibicarakan dalam kategori wellness, termasuk produk yang berkaitan dengan relaksasi, tidur, dan gaya hidup aktif.
Salah satu bentuk yang menarik perhatian adalah magnesium glycinate. Perkembangan kategori ini menunjukkan bagaimana konsumen mulai mencari produk dengan fungsi dan target yang lebih spesifik.
Peluang serupa juga dapat dilihat pada bahan seperti astaxanthin yang semakin banyak digunakan dalam kategori nutraceutical dan dietary supplement. Bahan ini juga memiliki kaitan dengan kebutuhan beauty dan wellness sehingga menarik untuk diperhatikan oleh brand yang ingin mengembangkan produk lintas kategori.
CISAS Melihat Peluang Baru di Industri Beauty
Melihat peluang tersebut, CISAS juga memiliki kapabilitas untuk mengembangkan produk health supplement, tidak terbatas pada produk kosmetik dan personal care. Pengembangan dapat disesuaikan dengan konsep dan kebutuhan brand, mulai dari pemilihan bahan hingga formulasi produk.
Melalui seminar “The Supplement Market Is Growing Fast, and Most Brands Are Still Missing It” di Cosmobeauté Indonesia 2026, CISAS mengajak pelaku industri untuk melihat bahwa peluang di industri beauty dapat datang dari lebih banyak kategori.
Beauty tidak lagi hanya tentang apa yang digunakan pada kulit. Dengan konsep beauty from within, suplemen dapat menjadi bagian dari peluang baru untuk mengembangkan bisnis beauty, health, dan wellness.





