Kulit sehat dan bercahaya adalah impian setiap orang. Namun, seringkali orang-orang dihadapkan dengan berbagai masalah kulit seperti jerawat, noda hitam, kulit kusam, dan tanda-tanda penuaan. Salah satu super ingredients yang sedang naik daun dalam industri perawatan kulit adalah niacinamide serum menjadi pilihan yang populer.
Niacinamide yang juga dikenal sebagai vitamin B3 adalah zat alami yang bersifat mudah larut dalam air. Dalam beberapa produk perawatan kulit, seperti serum, bahan ini seringkali ditulis dengan istilah niacin atau nicotinamide.
Baca Juga: Mengenal Mud Mask, Manfaat dan Bedanya dengan Clay Mask
Table of Contents
ToggleTips Menciptakan Serum yang Mengandung Niacinamide
Pada dasarnya, niacinamide berfungsi membantu mencerahkan kulit dengan menghambat produksi serta transfer melanin sehingga noda hitam dan warna kulit tidak merata tampak berkurang. Supaya dapat memproduksi niacinamide serum yang terbaik untuk kulit target pasar, Anda perlu mempertimbangkan beberapa tips berikut ini:
1. Perhatikan Konsentrasi Niacinamide
Tips pertama adalah perhatikan konsentrasi niacinamide yang terkandung dalam serum. Umumnya, produk-produk serum saat ini telah menyediakan pilihan konsentrasi yang efektif dan aman untuk kulit, mulai dari 2% hingga 10%.
Kandungan niacinamide 2% cocok untuk mengatasi permasalahan kulit ringan, seperti membantu produksi kolagen, mengurangi produksi sebum, mengontrol peradangan, dan membersihkan pori-pori kulit yang tersumbat, sehingga efektif mengurangi jerawat.
Sedangkan kandungan niacinamide 10% cocok untuk mengatasi permasalahan kulit yang ekstrem, seperti mencerahkan dan meratakan warna kulit, mencegah hiperpigmentasi, mengurangi noda hitam bekas jerawat, dan membantu memperbaiki skin barrier yang rusak akibat paparan sinar UV matahari.
2. Gunakan Kandungan Tambahan yang Tepat
Niacinamide serum akan bekerja lebih optimal ketika juga mengandung bahan tambahan lain. Oleh karena itu, sebaiknya Anda menambahkan bahan lain dalam serum agar memberikan manfaat lengkap bagi target pasar, contohnya:
- Hyaluronic acid yang dapat melembabkan kulit kering.
- Centella asiatica dan zinc yang dapat membantu permasalahan jerawat.
- Retinol yang dapat mengatasi permasalahan penuaan dini, seperti keriput, garis halus, noda hitam, dan hiperpigmentasi.
Selain menambahkan kandungan bahan pendukung niacinamide, Anda juga harus menghindari bahan yang berbahaya untuk kulit, termasuk alkohol (kecuali fatty alcohol), silikon, paraben, pewarna dan pewangi buatan, serta mineral oil.
3. Sesuaikan dengan Jenis Kulit Target Pasar
Pada dasarnya setiap niacinamide serum akan memiliki perbedaan manfaat untuk setiap jenis kulit penggunanya. Maka dari itu, pertimbangkan jenis kulit dan permasalahan kulit target pasar sebelum menciptakan serum.
Jika Anda ingin menyasar target pasar yang memiliki kulit kering, maka buatlah serum dengan tambahan bahan pelembab seperti Hyaluronic acid untuk menjaga kelembapan kulit konsumen.
Sedangkan, jika Anda ingin menargetkan konsumen yang memiliki kulit berminyak atau rentan berjerawat, ciptakanlah serum yang memiliki sifat pengontrol minyak atau anti-inflamasi seperti centella asiatica dan zinc.
Baca Juga: 10 Rekomendasi Skincare untuk Warna Kulit Tidak Merata
Bahan yang Sering Ditambahkan dalam Serum Niacinamide
Berikut bahan-bahan yang umumnya dipadukan dengan niacinamide karena memiliki tingkat iritasi yang rendah, dan sifat saling mendukung dalam perawatan kulit.
1. Hyaluronic Acid
Menarik dan mengikat kelembapan ke dalam kulit. Kombinasi keduanya sangat efektif menjaga hidrasi jangka panjang, mengurangi TEWL (trans epidermal water loss), dan membuat kulit terasa lebih elastis serta lembap sepanjang hari.
2. Ceramide
Ceramide berperan mengisi kembali lapisan lipid kulit, sementara niacinamide membantu memicu produksi ceramide alami kulit. Perpaduan ini sangat ideal untuk memperbaiki skin barrier yang rusak, mengatasi kulit kering, dan memperbaiki tekstur kulit.
3. Zinc PCA
Keduanya sama-sama memiliki sifat anti-inflamasi dan anti-sebum. Zinc PCA bekerja mengurangi produksi minyak berlebih, sementara niacinamide mengurangi peradangan dan menghaluskan tampilan pori. Kombinasi ini adalah salah satu pairing terbaik untuk kulit berminyak, acne-prone, dan konsumen yang sering mengalami clogged pores.
4. Alpha Arbutin
Niacinamide membantu mencegah transfer pigmen melanin, sedangkan alpha arbutin menekan produksi melanin itu sendiri.
Baca Juga: Alpha Arbutin vs Niacinamide dalam Produk Kecantikan
5. Panthenol (Vitamin B5)
Memiliki efek humektan dan anti-inflamasi. Ketika dipadukan dengan niacinamide, Panthenol membantu mempercepat penyembuhan kulit yang mengalami iritasi atau dehidrasi.
6. Peptides
Peptides bertugas memberi sinyal ke kulit untuk meningkatkan produksi kolagen dan elastin. Niacinamide mendukung proses tersebut dengan menjaga stabilitas sel kulit dan mengurangi inflamasi.
7. Green Tea Extract
Mengandung polifenol yang kuat sebagai antioksidan. Kombinasi ini menenangkan kemerahan, mengurangi breakout, serta membantu melindungi sel kulit dari radikal bebas dan polusi. Ini merupakan pairing ideal untuk pemilik kulit sensitif atau yang sering mengalami maskne.
Baca Juga: Asam Glikolat: Pengertian, Manfaat, dan Tren dalam Skincare
Bahan yang Tidak Boleh Digabung dengan Serum Niacinamide
Berikut bahan-bahan yang sebaiknya tidak digunakan dalam waktu bersamaan dengan niacinamide serum agar menghindari iritasi, ketidakstabilan pH, dan penurunan efektivitas skincare.
1. Vitamin C dalam Bentuk Ascorbic Acid Murni
Vitamin C murni bekerja optimal pada pH rendah, sedangkan niacinamide bekerja baik pada pH netral. Jika niacinamide dan vitamin C dipakai bersama, kulit dapat mengalami kemerahan dan sensasi panas, terutama kulit sensitif. Untuk tetap memanfaatkan manfaat keduanya, Vitamin C dapat dipakai pada pagi hari dan niacinamide pada malam hari.
2. AHA dan BHA (Glycolic Acid, Lactic Acid, Salicylic Acid)
AHA dan BHA memiliki pH yang sangat rendah. Saat langsung digabung dengan niacinamide, pH kulit akan terganggu sehingga niacinamide bisa berubah menjadi niacin yang menyebabkan rasa gatal dan panas pada kulit. Penggunaan keduanya tetap bisa dilakukan apabila dijadwalkan pada waktu yang berbeda.
3. Retinol dan Retinoid
Keduanya merupakan bahan aktif yang kuat dan dapat memicu iritasi ketika dipadukan. Retinoid meningkatkan pergantian sel kulit dan dapat mengeringkan kulit, sementara niacinamide meningkatkan stimulasi sel. Jika dipakai bersama dapat menyebabkan iritasi, peeling, dan erythema.
4. Benzoyl Peroxide
Bahan ini efektif melawan bakteri penyebab jerawat tetapi dapat menyebabkan kulit sangat kering. Apabila dipakai berlapis dengan niacinamide serum dapat membuat kulit semakin dehidrasi dan rentan iritasi.
5. Peeling Solution atau Acid Berkonsentrasi Tinggi
Penggunaan acid kuat dapat menyebabkan perubahan pH kulit secara drastis sehingga niacinamide dapat bereaksi menjadi niacin. Hasilnya kulit bisa terasa panas, memerah, atau menyengat. Sebaiknya digunakan pada hari yang berbeda untuk menjaga toleransi kulit.
Baca Juga: 7 Jenis Moisturizer dan Fungsinya untuk Kulit Wajah
Sudah Siap Buat Produk Niacinamide Serum Anda Sendiri?
Demikian penjelasan singkat mengenai tips menciptakan dan mengembangkan niacinamide serum yang terbaik. Apabila Anda ingin mengembangkan bisnis produk perawatan kulit, tanpa pusing memikirkan toko fisik, pembangunan pabrik, atau RnD, maka bekerjasamalah dengan pabrik maklon skincare CISAS.
Berpengalaman lebih dari 20 tahun dalam menyediakan jasa maklon terbaik, kami dipercaya ratusan klien membuat dan mengembangkan produk skincare lokal yang berkualitas dan aman. Sehingga, Anda tidak perlu ragu dan khawatir untuk menjalin kerjasama dengan kami.
Kami juga mampu memproduksi produk skincare secara massal tanpa mengabaikan kualitas setiap produk. Jadi, Anda bisa berfokus pada strategi pemasaran produk, untuk urusan produksi, serahkan pada kami. Jika tertarik dengan layanan maklon skincare CISAS, Anda bisa konsultasi gratis sekarang juga dengan hubungi kami di sini.






