Kulit bertekstur adalah kulit yang terasa kasar, tidak rata, gradakan atau benjolan halus seperti komedo, milia, bekas jerawat, dan bopeng. Memang ini tidak berbahaya, tapi bisa mengganggu penampilan wajah apalagi mereka yang menggunakan makeup sehari-hari. Kulit bertekstur akan membuat tampilan makeup tidak maksimal. Nah, bagaimana cara mengatasi dan menghaluskan kulit bertekstur?
Table of Contents
TogglePenyebab Kulit Bertekstur
Tekstur kulit yang tidak rata atau gradakan bisa sangat mengganggu penampilan wajah. Permukaan kulit wajah jadi terlihat kasar dan lebih tua. Sebelum mencari tahu cara menghilangkannya, sebaiknya kita membahas penyebab kulit bertekstur dulu untuk menemukan solusi yang lebih tepat.
1. Sel kulit mati dan kotoran
Penyebab utama kulit bertekstur adalah kotoran yang menumpuk di permukaan kulit. Sel kulit mati, sisa makeup yang tidak dibersihkan merata, polusi, dan minyak berlebih bisa menciptakan lapisan tak kasat mata di permukaan kulit. Karenanya, kulit terasa kasar saat disentuh. Hal ini diperparah jika jarang mengeksfoliasi wajah secara rutin.
2. Bekas Jerawat
Bekas jerawat seperti bopeng atau hiperpigmentasi yang menonjol, merupakan salah satu penyebab utama munculnya kulit bertekstur. Setelah jerawat meradang dan merusak lapisan kulit, proses penyembuhan alami tubuh kadang tidak berjalan mulus, sehingga membuat permukaan tidak rata dan sulit dikembalikan ke kondisi semula. Tekstur ini makin terlihat jelas di bawah cahaya tertentu atau saat memakai makeup, karena foundation cenderung menumpuk di area yang tidak halus.
Faktor seperti kebiasaan memencet jerawat, kurangnya hidrasi, atau tidak menggunakan skincare yang mendukung regenerasi kulit juga memperlambat pemulihan tekstur.
3. Komedo dan Milia
Kulit yang bertekstur juga bisa disebabkan oleh komedo dan milia. Komedo terbentuk oleh pori-pori yang tersumbat minyak dan kotoran, sedangkan milia terbentuk karena protein (keratin) yang terperangkap di bawah lapisan kulit. Karena sifat keduanya tidak selalu meradang, banyak konsumen berpikir kulit mereka bersih padahal teksturnya sudah mulai berubah dan bisa membuat tekstur kulit tidak merata ketika disentuh.
4. Kulit Terlalu Kering
Meski kulit berminyak juga secara tidak langsung bisa menyebabkan kulit gradakan, jangan salah, kulit yang terlalu kering pun bisa menimbulkan masalah yang sama. Saat kadar kelembapan kulit menurun drastis, proses regenerasi alami ikut melambat. Sel-sel kulit mati yang seharusnya luruh dengan sendirinya malah menumpuk di permukaan, membuat kulit terasa kasar, bersisik, bahkan tampak kusam. Lapisan kulit yang kering juga cenderung kehilangan elastisitasnya, sehingga tekstur wajah tampak lebih jelas dan tidak halus saat diraba.
Selain itu, permukaan yang tidak lembap menyulitkan penyerapan skincare, memperburuk kondisi kulit bertekstur dalam jangka panjang.
5. Paparan Sinar Matahari
Yang terakhir, yang bisa menyebabkan gradakan di wajah adalah sinar matahari atau UV. Sinar UV merusak lapisan kolagen dan elastin di bawah permukaan kulit, dua komponen penting yang menjaga kulit tetap kenyal dan halus. Akibatnya, kulit menjadi lebih mudah kehilangan struktur alaminya, terasa kasar, dan tampak tidak rata.
Selain itu, paparan sinar matahari juga mempercepat penebalan lapisan kulit luar (stratum korneum) sebagai bentuk perlindungan alami tubuh, namun justru membuat permukaan kulit menjadi lebih kering dan bersisik. Dalam jangka panjang, kombinasi antara kerusakan kolagen, dehidrasi, dan penumpukan sel kulit mati akibat sinar UV ini menyebabkan tekstur kulit yang tidak merata dan kusam.
Kandungan Skincare untuk Menghilangkan Kulit Bertekstur
Kulit yang kasar, gradakan, dan bertekstur, bisa diatasi dengan perawatan yang benar. Beberapa kandungan atau bahan skincare ini bisa jadi ide produk dalam menciptakan produk skincare untuk menghilangkan kulit bertekstur.
1. Retinal
Retinal (retinaldehyde) adalah turunan vitamin A yang bermanfaat untuk menghaluskan kulit dan mengatasi tekstur yang tidak merata. Berbeda dengan retinol, retinal hanya memerlukan satu tahap konversi menjadi asam retinoat aktif di dalam kulit, sehingga memberikan hasil yang lebih cepat dengan risiko iritasi yang lebih rendah.
Penelitian yang melibatkan 40 wanita Korea menemukan bahwa menggunakan krim dengan konsentrasi 0,1% dan 0,05% retinal dua kali sehari selama tiga bulan dapat meningkatkan hidrasi kulit dan memperbaiki tekstur kulit hingga 13,7%.
2. Copper Peptide
Copper peptide adalah kandungan skincare yang mulai populer karena bisa merangsang produksi kolagen dan elastin. Penggunaan topikal akan mempercepat proses regenerasi sel, memperbaiki jaringan kulit yang rusak, dan meningkatkan elastisitas kulit. Dengan merangsang pembaruan sel dan memperkuat struktur dermis, copper peptide secara bertahap membantu menghaluskan kulit, membuatnya tampak lebih rata, kenyal, dan halus.
3. Lactic Acid
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, penyebab kulit bertekstur adalah kotoran dan minyak yang menumpuk. Oleh karena itu, mengeksfoliasi kulit secara rutin bisa mengatasi masalah ini.
Lactic acid adalah jenis eksfolian berupa AHA (Alpha Hydroxy Acid) yang berasal dari fermentasi susu. Khasiat lactic acid mulai dari mengangkat sel kulit mati, mempercepat pergantian sel kulit, melembapkan, dan merangsang produksi kolagen. Asam ini cocok untuk kulit kering, kusam, dan kombinasi.
Itulah penyebab sekaligus cara menghilangkan kulit bertekstur dengan kandungan skincare. Ingin punya produk skincare sendiri? Yuk manfaatkan layanan maklon skincare dari CISAS, yang berpengalaman dalam product development sejak 1988. Seluruh proses maklon sudah terstandardisasi BPOM dan Halal, dan kami juga akan membantu mengurus izin produk Anda dari awal sampai produk bebas diperjualbelikan.
Ditinjau oleh dr. Oscar Wiradi Putera






