Jerawat pustula adalah jenis jerawat yang disertai nanah di dalamnya. Ketika disentuh, dia akan terasa sakit. Ada berbagai jenis penyebab jerawat pustula, salah satunya yang paling umum adalah karena bakteri. Apa saja penyebab lainnya dan bagaimana cara mengatasi jerawat pustula? Simak selengkapnya di artikel ini.
Table of Contents
ToggleDefinisi Jerawat Pustula
Jerawat pustula adalah jerawat yang memiliki nanah berwarna putih atau kekuningan. Pustula bisa terjadi di area tubuh mana saja, tapi paling sering terjadi di punggung, dada, bahu, dan wajah terutama area T. Jerawat pustula terjadi ketika pori-pori kulit tersumbat oleh minyak berlebih, sel kulit mati, dan bakteri sehingga menimbulkan infeksi.
Dibandingkan dengan jerawat lainnya, jerawat pustula identik dengan nanah yang ada di dalamnya. Nanah tersebut merupakan respons tubuh terhadap infeksi bakteri dan inflamasi yang terjadi di kulit sehingga sistem imun mengirimkan sel darah putih untuk melawan infeksi ini.
Nanah dalam jerawat ialah gabungan dari sel darah putih mati, bakteri dan jaringan kulit yang rusak. Jika tidak diatasi dengan tepat, jerawat pustula bisa meninggalkan bekas atau bopeng di kulit wajah.
Penyebab Jerawat Pustula
Penyebab jerawat pustula sebenarnya sama dengan penyebab jenis jerawat lainnya, yang membedakan hanyalah adanya bintik putih dalam jerawat, yang merupakan nanah.
Berikut ini beberapa penyebab jerawat pustula yang sering terjadi.
1. Minyak berlebih
Produksi minyak berlebih atau sebum yang tinggi pada kulit merupakan salah satu penyebab jerawat pustula yang utama. Sebum sebenarnya berfungsi untuk melembapkan kulit, tapi jika berlebihan bisa menyumbat pori-pori, dan memicu pertumbuhan bakteri penyebab jerawat Cutibacterium acnes (dulu dikenal sebagai Propionibacterium acnes). Akibatnya, muncullah benjolan merah yang meradang dan berisi nanah, yang dikenal sebagai pustula. Kulit berminyak lebih berisiko mengalami pustula, terutama jika tidak dibersihkan dengan tepat atau jika produk perawatan yang digunakan justru menyumbat pori-pori (comedogenic).
2. Kotoran yang menumpuk
Selain minyak, kotoran seperti debu, polusi, sisa makeup, dan keringat yang tidak dibersihkan menyeluruh juga bisa menyebabkan jerawat pustula. Kotoran yang menumpuk dan menjadi satu akan menyumbat pori-pori, tempat pertumbuhan bakteri yang ideal. Ketika bakteri ikut tercampur, muncullah peradangan dan berkembang menjadi jerawat pustula.
3. Hormon
Perubahan hormon juga menjadi faktor signifikan yang memicu jerawat pustula. Contohnya, pubertas, menstruasi, kehamilan, atau kondisi seperti sindrom ovarium polikistik (PCOS). Hormon androgen yang meningkat dalam masa-masa tersebut dapat merangsang kelenjar sebasea di kulit untuk memproduksi minyak berlebih (sebum). Seperti yang dijelaskan sebelumnya, bahwa minyak berlebih yang bercampur dengan kotoran dan bakteri dapat memicu jerawat pustula.
Inilah alasan mengapa jerawat hormonal sering muncul berkala dan sulit dikendalikan tanpa perawatan yang menargetkan langsung ke akar penyebabnya.
4. Makanan tinggi gula
Penyebab jerawat pustula terakhir, yang sering luput adalah sering mengonsumsi makanan tinggi gula. Ketika mengonsumsi makanan manis seperti kue, permen, soda, atau roti tawar, kadar gula darah naik drastis, yang kemudian merangsang tubuh untuk memproduksi lebih banyak insulin.
Peningkatan insulin ini memicu produksi hormon androgen, yang mendorong kelenjar sebasea menghasilkan lebih banyak sebum. Sebum yang berlebihan ini kemudian bercampur dengan sel kulit mati dan bakteri, menyumbat pori-pori, dan menyebabkan peradangan lalu menjadi jerawat pustula. Gula berlebih juga bisa memperburuk kondisi kulit.
Kandungan Skincare untuk Jerawat Pustula
Setelah mengetahui penyebab jerawat pustula di wajah atau pipi, kita bisa beralih ke cara mengatasi jerawat pustula dengan bantuan skincare. Beberapa kandungan skincare ini bisa digunakan untuk mengatasi jerawat pustula, yang mungkin cocok untuk konsep produk skincare Anda.
1. Benzoyl Peroxide
Di antara berbagai bahan aktif untuk mengatasi jerawat pustula, benzoyl peroxide masih menjadi salah satu yang paling umum dan diandalkan. Bahan ini efektif membunuh bakteri penyebab jerawat, mengurangi peradangan, dan membersihkan pori-pori yang tersumbat. Karena itu, benzoyl peroxide sering disebut sebagai first-line treatment untuk jerawat inflamasi, termasuk pustula. Benzoyl peroxide kurang cocok untuk kulit sensitif.
2. Retinoid
Retinoid adalah turunan vitamin A yang banyak digunakan dalam produk skincare. Retinoid terbagi menjadi beberapa jenis, seperti tretinoin dan adapalene yang biasanya harus dengan resep dokter, dan retinol, jenis yang lebih ringan dan cocok untuk pemula atau usia di bawah 30 tahun.
Retinoid bekerja dengan mempercepat pergantian sel kulit dan mencegah penumpukan sel mati yang bisa menyumbat pori-pori. Retinoid juga membantu meredakan peradangan dan memperbaiki tekstur kulit yang rusak akibat jerawat aktif seperti jerawat pustula.
3. Azelaic Acid
Yang terakhir adalah azelaic acid. Asam ini memiliki sifat antibakteri dan antiinflamasi, sehingga bisa menghambat pertumbuhan bakteri penyebab jerawat pustula dan meredakan peradangan. Sebuah riset menyebutkan azelaic acid bisa mengobati peradangan seperti papula dan pustula pada kasus rosacea ringan hingga sedang. Meskipun spesifik untuk rosacea, kandungan ini juga umum digunakan dalam perawatan jerawat karena kemampuannya yang mengurangi lesi inflamasi dan mencegah penyumbatan pori-pori.
Azelaic acid aman digunakan untuk semua jenis kulit, termasuk kulit sensitif dan kering.
Maklon Skincare di CISAS dengan Lisensi BPOM
Tertarik mengembangkan produk skincare sendiri yang bisa mengatasi jerawat pustula? Bekerja sama dengan CISAS, melalui layanan maklon skincare, akan memberi berbagai keuntungan, termasuk sertifikasi dan izin produk, MOQ yang fleksibel, hingga kualitas yang terjamin karena seluruh proses telah diakui secara nasional (seperti BPOM) dan global. Hubungi tim kami untuk konsultasi gratis dan dapatkan solusi terbaiknya!
Ditinjau oleh dr. Oscar Wiradi Putera






