Bisnis Parfum Lokal Tumbuh Cepat, Potensi Cuan Semakin Besar

bisnis parfum lokal

Pertumbuhan bisnis parfum lokal di Indonesia dalam 5 tahun terakhir terlihat sangat pesat. Hal ini mungkin disebabkan oleh salah satu projek yang diluncurkan oleh pemerintah pada tahun 2020 yaitu Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI), yang mendukung pemberdayaan UMKM/IKM domestik. 

Selain itu, apa sebenarnya yang menjadi faktor pengaruh cepatnya pertumbuhan bisnis parfum lokal di Indonesia? Bagaimana dengan perkiraan pasarnya beberapa tahun ke depan? Simak ulasan selengkapnya di sini.

Baca Juga: Apa Itu Extrait de Parfum? Bedanya dengan Jenis Parfum Lain

Aroma Tubuh Sama Pentingnya dengan Penampilan

Memiliki visual yang menarik sepertinya percuma jika seseorang memiliki bau badan. Bonus, jika kita memiliki aroma tubuh yang wangi dan khas. Kita tidak hanya ingin badan yang wangi tapi kita ingin wangi yang kita pancarkan mengingatkan seseorang akan kita. Aroma tubuh yang wangi juga akan meningkatkan daya tarik.

Dengan fenomena ini, sebenarnya tidak sulit untuk menciptakan parfum lokal tapi yang menjadi masalah utama adalah bagaimana brand kita dikenal dan disukai, dan jika mungkin, menciptakan fenomena baru. 

Baca Juga: Mengenal Solid Perfume dan Tren Aroma yang Disukai Konsumen

Faktor Pengaruh Suksesnya Industri Bisnis Parfum Lokal

Hingga 2022, terdapat ratusan brand parfum lokal terbaru dengan inovasi yang beragam. Kesuksesan brand-brand lokal dalam bidang perfumery bisa dipengaruhi oleh strategi pemasaran mereka yang cerdas, contohnya menekan cost value dengan penjualan secara online. 

Nah, di bawah ini adalah beberapa faktor pengaruh suksesnya industri parfum lokal di Indonesia.

1. Bahan Baku yang Mudah Ditemukan di Indonesia

Minyak nilam (patchouli oil) menjadi salah satu bahan baku dari pembuatan berbagai brand parfum internasional, dan untungnya Indonesia menjadi salah satu eksportir terbesar untuk patchouli oil ini. Selain itu, parfum juga terbuat dari bunga-bungaan yang banyak ditemukan di Indonesia.

Hal ini tentu sangat krusial untuk menghasilkan produk parfum lokal yang affordable tetapi kualitas yang serupa dengan merk high-end. 

2. Harga yang Terjangkau

Mudahnya mendapatkan bahan baku parfum di Indonesia akan membuat cost value lebih rendah, dan ini sangat vital untuk pasar Indonesia. Beberapa brand parfum lokal justru berani mengklaim bahwa wangi yang mereka tawarkan tidak kalah dengan brand luar negeri. 

3. Kemasan yang Mudah Diingat

Kemasan adalah sampul dari branding produk, sehingga memilihnya mungkin membutuhkan pertimbangan yang tidak mudah. Anda harus paham target market Anda sendiri. Jika ingin target yang classy dan perempuan, gunakan kemasan yang neat namun mewah. 

4. Strategi Pemasaran yang Inovatif

Umumnya pendiri brand parfum lokal berasal dari generasi milenial dan mereka mengerti apa yang pasar (re:milenial) inginkan. Menggunakan strategi pemasaran yang kuno seperti penjualan secara langsung dan mengoptimalkan hubungan yang baik dengan pelanggan, sangat tidak kekinian. 

Berikut contekan strategi pemasaran yang sering dipakai oleh brand-brand parfum lokal ternama.

  • kolaborasi dengan industri lain
  • ikuti trend di media sosial
  • gandeng artis atau influencer terkenal
  • optimalisasi penjualan melalui marketplace
  • ciptakan branding yang kuat dengan storytelling
  • bangun kepercayaan konsumen dengan review jujur di media sosial

Baca Juga: Pahami Risiko Bisnis Parfum Sebelum Memulai Usaha

Apakah Bisnis Parfum Lokal Menjanjikan?

Munculnya brand-brand parfum lokal berangkat dari gap antara parfum high-end dan very low-end. Orang-orang di Indonesia hanya dapat membeli parfum di bawah 100rb dengan aroma yang itu-itu saja atau justru parfum brand internasional dengan harga jutaan. 

Sehingga pada tahun 2019 mulai muncul beberapa brand parfum lokal dengan harga yang terjangkau dan aroma yang berbeda dan baru. Salah satu brand lokal juga mencetak penjualan tertinggi setelah brand high-end seperti YSL, Chanel, Dior, dan Bvlgari di marketplace

Munculnya brand-brand lokal menjadi angin segar yang tampaknya akan bertahan lama karena adanya gap tadi. Hingga kini, brand lokal menjadi prioritas kebanyakan orang karena selain harganya yang cocok di kantong, juga punya aroma yang sangat beragam. 

Baca Juga: Cara Buat Parfum Sendiri dari Ide ke Produk Siap Jual

Langkah-Langkah Membuat Parfum Brand Lokal

Agar bisnis parfum lokal dapat berjalan efektif dan minim trial-error, brand perlu menyiapkan alur perencanaan yang tepat dari konsep aroma hingga produksi massal. Berikut langkah-langkah yang perlu diperhatikan bagi Smartpreneur yang ingin memulai brand parfum:

1. Menentukan Target Market dan Konsep Brand

Tetapkan segmentasi pasar seperti pria, wanita, unisex, remaja, atau luxury premium. Konsep brand ini akan membantu menentukan arah aroma, desain kemasan, harga jual, hingga strategi promosi yang tepat sasaran.

2. Menentukan Tingkatan Parfum yang Akan Diproduksi

Pilih jenis konsentrasi seperti Eau de Cologne (EDC), Eau de Toilette (EDT), Eau de Parfum (EDP), atau Extrait Parfum sesuai preferensi durability aroma, value produk, dan daya beli target market. Setiap jenis memiliki rentang harga produksi yang berbeda.

3. Menyesuaikan Komposisi Aroma (Notes) dengan Selera Market

Brand dapat memilih kombinasi top note, middle note, dan base note dengan karakter aromatik seperti floral, fruity, woody, fresh, gourmand, atau niche.

4. Menghitung Estimasi Modal Produksi

Besaran modal usaha parfum bersifat customize karena akan menyesuaikan kembali dengan kebutuhan serta konsep produk yang ingin dibuat brand. Karena itu, konsultasi awal dengan pihak maklon sangat diperlukan agar konsep lebih terarah dan estimasi biaya bisa dihitung lebih akurat. Biaya umumnya dipengaruhi oleh jumlah varian aroma, MOQ, jenis kemasan, kadar fragrance oil, desain packaging, serta kebutuhan registrasi BPOM.

5. Memilih Maklon Parfum Terpercaya

Pastikan memilih maklon parfum yang memiliki fasilitas produksi berstandar, R&D berpengalaman, opsi aroma yang luas serta mampu membantu dari formulasi hingga legalitas.

6. Menentukan Kemasan dan Identitas Visual Brand

Pilih desain botol parfum, tutup, atomizer, dan box packaging yang selaras dengan konsep branding. Identitas visual seperti logo, warna merek, dan storytelling di label akan sangat berpengaruh pada daya tarik konsumen.

7. Sampling Aroma dan Finalisasi Formula

Proses sampling membantu brand menilai daya tarik aroma, ketahanan, performa di kulit, dan penerimaan market sebelum diproduksi massal. Tahap ini juga mengurangi risiko salah memilih aroma atau harga jual yang tidak sesuai market.

8. Produksi Massal dan Registrasi Legalitas

Setelah formula final disetujui, maklon akan memproses produksi sekaligus legalitas seperti notifikasi BPOM agar parfum aman dipasarkan secara online maupun offline. Produk berlegalitas resmi juga lebih dipercaya konsumen dan lebih mudah masuk marketplace.

Baca Juga: Apa Fungsi Body Mist dan Perbedaannya dengan Parfum?

Ingin Membuat Parfum Brand Sendiri?

Keberhasilan bisnis parfum lokal tidak hanya berbicara mengenai perencanaan dan pemasaran, melainkan proses pembuatan. Anda harus memilih perusahaan pembuatan produk parfum yang terpercaya dan berpengalaman, seperti CISAS. 

CISAS adalah perusahaan yang menyediakan jasa maklon yang akan membantu menciptakan produk parfum impian Anda. CISAS telah bekerja selama lebih dari 20 tahun dan memiliki Research and Development berkualitas dengan tenaga profesional. 

Pabrik kami juga telah mengantongi sertifikasi seperti BPOM, CPKB, Halal MUI dan berstandar ISO 9001:2015. 

Bangun bisnis impian Anda dengan menghubungi kami di sini, atau klik fitur hijau di sebelah kanan layar Anda. 

Konsultasi dan Diskusikan Konsep Anda
Bersama CISAS

Share the Post:

Sertifikasi dan Penghargaan Jaminan Mutu

ISO_9001-2015
good corporate governance award 2010 logos
good manufacturing practice certification
logo cara pembuatan kosmetik yang baik
Logo halal

Silakan isi informasi Anda dan chat dengan saya

 

    Name *

    E-mail *

    Phone*

    Company representation or personal inquiry? *

    Company Name *

    Your Position *

    Occupation *

    Have you ever collaborated with an OEM? *
    YesNo