Formula skincare adalah fondasi yang menentukan kualitas dan hasil akhir sebuah produk kecantikan. Setiap kandungan dan komposisinya memiliki peran penting dalam menargetkan kebutuhan kulit tertentu. Semakin tepat formulanya, semakin besar peluang sebuah brand untuk memberikan hasil yang efektif dan memuaskan bagi konsumennya.
Baca Juga: Potassium Sorbate, Si Penjaga Skincare dari Jamur dan Bakteri
Table of Contents
ToggleMengapa Formula Skincare Itu Penting?
Formula skincare menentukan apakah sebuah produk mampu memberikan hasil nyata di kulit. Setiap bahan dipilih untuk tujuan spesifik seperti melembapkan, mempercepat regenerasi, meredakan inflamasi, atau mencerahkan.
Formulasi yang tepat memungkinkan bahan aktif bekerja optimal karena penyerapannya lebih maksimal, manfaatnya stabil hingga produk habis digunakan, dan risiko iritasi tetap rendah.
Sebaliknya, formula yang kurang akurat dapat menurunkan efektivitas bahan, mengubah tekstur seiring waktu, atau menimbulkan rasa tidak nyaman di kulit.
Karena itu, peran formulator skincare menjadi sangat penting untuk memastikan setiap komponen saling mendukung, sehingga produk dapat memberikan hasil konsisten untuk konsumen.
Baca Juga: 10 Bahan Baku Kosmetik yang Wajib Diketahui Brand Pemula
Jenis-Jenis Formula Skincare dan Fungsinya
Setiap produk skincare memiliki formulasi berbeda karena tujuan dan manfaatnya pun tidak sama. Ada formula yang berfokus pada hidrasi, ada yang menargetkan jerawat, hingga memperbaiki skin barrier.
Berikut jenis formula skincare yang paling umum digunakan beserta fungsinya untuk kulit:
1. Hydrating Formula
Difokuskan untuk meningkatkan kadar air di kulit. Kandungan utama yang digunakan biasanya humektan seperti hyaluronic acid, glycerin, sodium PCA, atau beta-glucan.
Formula ini membantu memulihkan kelembapan, dan membuat kulit lebih siap menerima bahan aktif pada step berikutnya.
2. Exfoliating Formula (AHA, BHA, PHA)
Berfungsi mengangkat sel kulit mati sehingga kulit beregenerasi lebih cepat. Formula eksfoliasi harus stabil dan terukur agar tetap efektif tanpa menimbulkan iritasi. Umumnya ditargetkan untuk acne care, brightening, dan tekstur kulit tidak merata.
3. Brightening Formula
Ditujukan untuk menyamarkan flek dan mencerahkan kulit yang kusam. Bahan aktif yang sering digunakan antara lain niacinamide, alpha arbutin, vitamin C, licorice extract, dan tranexamic acid.
4. Anti-Aging Formula
Menargetkan garis halus, kerutan, dan elastisitas kulit. Kandungan seperti retinol, peptide, bakuchiol, dan ceramide harus diformulasikan dengan tepat untuk menjaga efektivitas sekaligus meminimalkan potensi iritasi.
5. Acne Care Formula
Difokuskan untuk menjawab masalah kulit berjerawat melalui kontrol sebum, anti inflamasi, dan antibakteri. Kombinasi bahan seperti salicylic acid, sulfur, zinc, tea tree oil, atau centella asiatica membutuhkan formula skincare yang tetap menjaga kelembapan agar kulit tidak over-drying.
6. Barrier-Repair Formula
Memulihkan dan menguatkan skin barrier agar fungsi pelindung kulit tetap optimal. Bahan yang sering digunakan antara lain ceramide, panthenol, fatty acid, dan squalane karena dikenal efektif menjaga kelembapan dan ketahanan kulit.
7. Sunscreen Formula
Berfungsi melindungi kulit dari sinar UV dan blue light. UV filter kimia, fisik, atau hybrid harus diformulasikan dengan stabil agar tetap efektif tanpa whitecast atau rasa lengket
Karena masuk kategori dengan regulasi yang ketat, pembuatan sunscreen memerlukan formulasi yang ketat untuk memastikan efektivitas, dan kenyamanan saat digunakan.
Baca Juga: Steroid pada Skincare dan Risiko yang Perlu Dipahami
Cara Membuat Skincare dengan Formulasi yang Tepat
Proses pembuatan skincare memerlukan perencanaan formula yang matang agar produk aman, stabil, dan efektif di kulit.
• Menentukan tujuan dan klaim utama produk sesuai kebutuhan kulit.
• Menyesuaikan formula dengan target konsumen dan konsentrasi bahan aktif.
• Memilih bahan aktif dan pendukung yang efektif serta stabil.
• Menentukan bentuk sediaan seperti serum, lotion, atau cream.
• Melakukan uji stabilitas dan keamanan produk.
• Mengevaluasi dan menyempurnakan formula sebelum produksi.
Jika dari proses uji ditemukan hal yang perlu ditingkatkan, formulasi dapat dioptimalkan kembali sebelum memasuki tahap produksi. Evaluasi ini bertujuan agar produk memberikan hasil yang sesuai harapan saat dipakai konsumen.
Baca Juga: Cara Membuat Sunscreen Spray, Ini Bahan Utamanya!
Saatnya Kembangkan Formulasi Skincare Berkualitas bersama CISAS
Setiap brand punya kebutuhan berbeda, mulai dari bahan aktif, klaim manfaat, tekstur, sampai positioning harga di market. Karena itu, tahap produksi tidak bisa sekadar mengikuti tren, melainkan harus disesuaikan dengan identitas brand dan target konsumennya.
CISAS menyediakan layanan end-to-end mulai dari konsultasi, riset formula, uji stabilitas, penentuan packaging, hingga produksi massal berstandar CPKB. Semua proses dirancang agar brand bisa meluncurkan produk skincare dengan kualitas terjaga, performa stabil, dan nilai jual yang kuat di market.
Yuk, konsultasi sekarang dan wujudkan produk skincare terbaik untuk brand Anda bersama tim kami.
Ditinjau oleh dr. Oscar Wiradi Putera






