Dermapen adalah salah satu prosedur kecantikan yang tengah populer saat ini. Klaim khasiat di mana perawatan ini dapat merevitalisasi kulit, menghilangkan jerawat, dan mencegah keriput berhasil membuat pasien, khususnya kaum hawa, tertarik untuk mencoba dan membuktikan keampuhannya.
Sekarang ini, banyak sekali klinik kecantikan yang menawarkan prosedur terapi dermapen atau dermaplaning. Namun, seperti apa sebenarnya cara kerja prosedur yang satu ini? Apakah benar-benar efektif sebagaimana klaim yang digemborkan atau justru berbahaya?
Baca Juga: Skincare untuk Menghilangkan Kerutan di Bawah Mata
Table of Contents
TogglePengertian Dermapen
Melansir dari Healthline, dermapen adalah prosedur kecantikan dengan mengelupas lapisan paling atas kulit wajah. Para praktisi prosedur ini mengklaim bahwa langkah tersebut dapat menyingkirkan kerutan halus dan bekas jerawat, sehingga kulit menjadi lebih segar, lembap, dan halus.
Dermapen dilakukan dengan menggores titik-titik tertentu pada kulit wajah, kemudian mengelupasnya. Praktisi berpendapat metode ini aman untuk berbagai jenis kulit, mulai kulit berminyak, berjerawat, kering, hingga jenis kulit yang sudah mengalami kerusakan parah.
Risiko dan Efek Samping Terapi Dermapen
Faktanya, ada sebagian pasien yang mendapatkan prosedur dermapen dan memang berhasil, tetapi sebagian lainnya juga mengalami kegagalan. Berikut adalah risiko dan efek samping dermapen.
- Risiko pertama dari dermapen adalah bercak kemerahan yang muncul pada permukaan wajah beberapa jam setelah terapi. Ini termasuk efek samping ringan dan akan menghilang sendiri setelah 2-3 jam. Jika tidak menghilang atau lebih parah, artinya itu merupakan reaksi alergi atau infeksi.
- Efek samping lainnya yang bisa menjadi tanda bahaya dermapen adalah reaksi alergi dan infeksi. Hal ini dipicu dari kegagalan adaptasi permukaan kulit yang dikelupas hingga memunculkan ruang perkembangbiakan bakteri penyebab alergi dan infeksi.
- Muncul jaringan parut dan komedo yang membutuhkan perawatan selama beberapa minggu untuk menghilangkannya.
- Terakhir, kemungkinan terjadi ketidakmerataan pigmentasi kulit.
Baca Juga: Cara Mudah Mengatasi Kulit Bertekstur dan Gradakan
Perbedaan Dermapen dan Microneedling
Selain memahami pengertian dan risiko terapi dermapen, masih terdapat sejumlah orang yang belum dapat membedakan antara dermaplaning dan microneedling. Bahkan, beberapa informasi masih ada yang keliru, yang menyatakan bahwa dermapen adalah prosedur yang serupa dengan microneedling. Kenyataannya, dermaplaning dan microneedling adalah dua prosedur yang berbeda.
Melansir dari Melbourne Skin & Dermatology, terapi dermapen menggunakan alat dengan ujung seperti pengeruk buah yang datar tapi cukup tajam, sementara microneedling menggunakan tusukan jarum. Soal prosedurnya hanya sedikit berbeda, sebab microneedling harus menusukkan jarum ke area yang tersegmentasi.
Namun, secara teknis konsepnya mirip, yaitu melukai untuk merangsang kolagen alami kulit, sehingga sel-sel kulit yang rusak dapat beregenerasi sendiri. Hasil akhirnya, kulit wajah jadi lebih segar, sehat, dan kencang. Inilah yang kemudian membuat rancu antara dermaplaning dan microneedling.
Meskipun begitu, melalui prosedur dan tujuan akhirnya, baik terapi dermapen maupun microneedling memiliki risiko, efek samping, dan bahaya yang sama.
Menggantikan Dermapen dengan Skincare
Sebenarnya, terapi dermapen adalah prosedur yang terinspirasi dari langkah eksfoliasi kulit, yaitu mengelupas jaringan kulit mati menggunakan produk skincare dan pijatan pada wajah agar beregenerasi dengan sel kulit yang sehat.
Tidak semua konsumen dapat menjalankan metode perawatan dermapen, sehingga mereka mengandalkan produk perawatan yang lebih aman namun tetap efektif. Berikut ini rekomendasi kandungan skincare eksfoliasi yang dapat menjadi alternatif dermapen.
- Alpha Hydroxy Acids (AHAs) untuk jenis kulit sehat tapi belang-belang atau pigmentasi yang bermasalah.
- Beta Hydroxy Acids (BHAs) berguna untuk kulit berminyak dan berjerawat.
- Poly Hydroxy Acids (PHAs) cocok untuk kulit sensitif.
Baca Juga: Atasi Hiperpigmentasi dengan Tips dan Perawatan Ini
Produksi Skincare Eksfoliasi dengan Maklon
Terapi dermapen adalah langkah opsional, sementara menggunakan produk skincare yang tepat merupakan perawatan mutlak yang tidak boleh dilewatkan oleh semua orang, terutama karena minim risiko. Tentunya hal ini memberikan peluang bisnis kosmetik yang prospektif.
Smartpreneur dapat memanfaatkan poin-poin penjelasan di atas sebagai keunggulan dalam menjual kosmetik dan skincare private label. Namun masuk ke industri kecantikan di Indonesia tidaklah mudah, terutama jika memiliki pengetahuan terbatas, tidak memiliki alat produksi dan bahan baku, serta kekurangan fasilitas produksi.
Solusi terbaik adalah menggunakan jasa maklon dari perusahaan manufaktur yang melayani produksi kosmetik dan produk perawatan kulit, seperti CISAS. Tidak diperlukan tim dan peralatan produksi sendiri, karena semuanya sudah disediakan oleh perusahaan maklon.
CISAS tidak hanya membantu menciptakan formulasi yang tepat dan aman, tetapi juga mengurus izin edar dari BPOM serta sertifikat kehalalan dari MUI. Dengan demikian, Smartpreneur dapat memasuki pasar dengan mudah, khususnya jika produk yang diinginkan masih tergolong baru dan terbatasnya informasi pengembangan produknya, seperti dermapen. Konsultasi hari ini gratis!
Ditinjau oleh dr. Raissa Aprilia






