Bisnis skincare menjadi salah satu peluang usaha yang banyak diminati Gen Z. Permintaan terhadap produk perawatan kulit terus meningkat, ditambah media sosial yang memudahkan siapa saja untuk membangun dan mempromosikan brand. Tidak heran kalau sekarang semakin banyak brand skincare lokal yang bermunculan.
Kabar baiknya, memulai bisnis skincare juga tidak harus punya modal besar atau membangun pabrik sendiri. Lewat jasa maklon, kamu bisa mengembangkan produk, menentukan desain kemasan, hingga mengurus legalitas dengan lebih praktis.
Kalau kamu tertarik memulai bisnis skincare, simak alasan mengapa peluang ini layak dicoba dan langkah-langkah memulainya di artikel berikut.
Baca Juga: Di Tengah Ramainya Skincare Lokal, Masihkah Ada Peluang untuk Brand Baru?
Table of Contents
ToggleMengapa Bisnis Skincare Menjadi Peluang Menarik bagi Gen Z?
Bisnis skincare semakin diminati oleh Gen Z karena produk perawatan kulit sudah menjadi bagian dari gaya hidup sehari-hari. Selain menjadi pengguna, mereka juga mengikuti berbagai tren skincare sehingga lebih memahami kebutuhan konsumen dan peluang yang ada di pasar.
Peluang ini juga didukung oleh pertumbuhan industri kosmetik di Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Perindustrian, nilai pasar industri kosmetik nasional pada 2025 mencapai sekitar USD 9,74 miliar dengan pertumbuhan tahunan sebesar 4,33-4,37 persen. Hal ini menunjukkan bahwa permintaan terhadap produk skincare masih terus meningkat.
Nah, memulai bisnis skincare kini tidak harus memiliki pabrik sendiri. Dengan bekerja sama dengan perusahaan maklon, kamu bisa menghadirkan produk sesuai konsep brand, sementara proses formulasi, produksi, hingga pengurusan legalitas ditangani oleh mitra yang berpengalaman.
Baca Juga: Formulasi Skincare Aman Bersama Tim R&D CISAS
Cara Memulai Bisnis Skincare Tanpa Harus Memiliki Pabrik
Banyak orang mengira memulai bisnis skincare harus memiliki pabrik dan fasilitas produksi sendiri. Padahal, saat ini kamu bisa membangun brand skincare dengan lebih praktis melalui perusahaan maklon.
Agar bisnis skincare berjalan lebih terarah, berikut beberapa langkah yang bisa kamu lakukan.
1. Tentukan target pasar
Langkah pertama adalah menentukan siapa target konsumen yang ingin kamu sasar. Dengan target pasar yang jelas, akan lebih mudah menentukan jenis produk, konsep brand, hingga strategi pemasarannya.
2. Tentukan konsep dan jenis produk
Pilih jenis produk yang ingin kamu hadirkan, seperti facial wash, serum, sunscreen, atau moisturizer. Sesuaikan juga formula, manfaat, dan desain kemasan dengan karakter brand yang ingin dibangun agar lebih mudah dikenali oleh konsumen.
3. Pilih perusahaan maklon yang tepat
Pastikan kamu bekerja sama dengan perusahaan maklon yang berpengalaman dan memiliki sertifikasi seperti CPKB. Mitra maklon yang tepat akan membantu proses formulasi, produksi, hingga pengurusan legalitas produk.
4. Kembangkan produk dan kemasan
Diskusikan konsep produk yang ingin dibuat, mulai dari formula, manfaat, tekstur, hingga desain kemasan. Tahap ini biasanya diawali dengan pembuatan sampel agar produk dapat disesuaikan dengan kebutuhan brand.
5. Urus legalitas produk
Sebelum dipasarkan, produk skincare harus memiliki notifikasi BPOM. Jika diperlukan, lengkapi juga dengan sertifikasi halal agar produk memiliki nilai tambah di mata konsumen.
6. Bangun branding dan mulai pemasaran
Setelah produk siap, fokuslah membangun identitas brand melalui media sosial, marketplace, maupun website. Branding yang konsisten akan membantu meningkatkan kepercayaan konsumen dan membuat produk lebih mudah dikenal.
Baca Juga: Sampel Produk Kosmetik Sudah Bagus Belum? Ini Hal yang Wajib Anda Periksa
Tren Produk Skincare yang Banyak Dicari Gen Z
Memahami tren skincare penting sebelum memulai bisnis. Dengan produk yang sesuai kebutuhan pasar, peluang brand untuk menarik perhatian konsumen akan semakin besar. Berikut beberapa tren produk skincare yang banyak dicari saat ini.
1. Produk untuk menjaga skin barrier
Skincare dengan kandungan seperti ceramide, panthenol, dan centella asiatica masih menjadi favorit karena membantu menjaga kelembapan kulit dan memperkuat skin barrier.
2. Sunscreen multifungsi
Sunscreen tetap menjadi produk yang banyak dicari, terutama yang dilengkapi manfaat tambahan seperti melembapkan, memberikan efek tone up, atau mengandung bahan aktif untuk merawat kulit.
3. Serum dengan kandungan inovatif
Serum yang mengandung bahan aktif seperti niacinamide, peptide, exosome, PDRN, atau retinal semakin diminati karena menawarkan manfaat sesuai kebutuhan kulit yang beragam.
4. Skincare yang praktis digunakan
Gen Z cenderung menyukai produk multifungsi yang dapat menghemat waktu, misalnya moisturizer dengan kandungan brightening atau sunscreen yang sekaligus berfungsi sebagai primer.
Mengikuti tren memang penting, tetapi pastikan produk yang dikembangkan tetap sesuai dengan identitas brand dan kebutuhan target pasar. Dengan begitu, bisnis skincare yang kamu bangun memiliki nilai tambah dan mampu bersaing di tengah banyaknya produk yang beredar.
Baca Juga: Mencari Rekomendasi Maklon Skincare Terbaik? Kenali Keunggulan CISAS
Bangun Bisnis Skincare Bersama CISAS Tanpa Repot Produksi
Memulai bisnis skincare sekarang tidak harus punya pabrik sendiri. Dengan bekerja sama dengan perusahaan maklon yang tepat, kamu bisa fokus membangun brand dan strategi pemasaran, sementara proses pengembangan produk hingga produksi ditangani oleh tim ahli.
Sebagai perusahaan jasa maklon skincare yang telah berpengalaman sejak 1988, CISAS (PT Citrasemesta Asrisejati) siap membantu mewujudkan brand skincare sesuai kebutuhan konsumen. Mulai dari riset dan pengembangan formula, desain kemasan, proses produksi, hingga pengurusan notifikasi BPOM dan sertifikasi halal, seluruh proses dilakukan dengan standar kualitas yang tinggi.
Apa pun konsep brand yang ingin kamu bangun, CISAS siap menjadi partner maklon terpercaya untuk membantu menghadirkan produk skincare yang inovatif. Yuk, konsultasikan ide bisnismu bersama tim CISAS dan wujudkan brand skincare impian tanpa perlu repot mengurus proses produksi sendiri. Hubungi tim kami di sini!
FAQ Seputar Bisnis Skincare
1. Apakah bisnis skincare masih menjanjikan di tahun 2026?
Masih sangat menjanjikan. Nilai pasar industri kosmetik Indonesia terus tumbuh dan diproyeksikan menembus USD 10 miliar pada 2026, ditambah minat konsumen muda terhadap skincare lokal yang semakin tinggi.
2. Apakah saya perlu punya latar belakang kimia atau farmasi untuk bikin brand skincare?
Tidak wajib. Mitra maklon yang berpengalaman biasanya sudah punya tim formulasi sendiri, jadi kamu cukup fokus pada konsep produk, target pasar, dan branding.
3. Apakah bisa membuat produk dengan formula custom, bukan produk yang sudah ada?
Bisa. Sebagian besar penyedia jasa maklon, termasuk CISAS, menawarkan opsi formulasi custom sesuai konsep dan kebutuhan brand, bukan hanya menjual produk template yang sama untuk semua klien.





