Arti Penting Sertifikasi Halal dan Cara Mendapatkannya

Sertifikasi Halal Arti Penting Dan Cara Mendapatkannya

Dari sudut pandang bisnis, ternyata memiliki sertifikasi halal itu merupakan sebuah kelebihan. Efek positif apa yang didapatkan produk dengan memiliki sertifikat halal? Lalu bagaimana cara sebuah produk mendapatkannya? Simak di artikel ini.

Sebab dalam artikel ini, Anda akan mendapatkan informasi seputar arti penting sertifikasi halal dan bagaimana cara mendapatkannya. Diskusikan pertanyaan seputar maklon dengan kami di sini. Ketik pertanyaan Anda pada form hijau di sebelah kanan layar. Kami akan membantu Anda secepatnya.

Sertifikat halal merupakan salah satu persyaratan yang cukup penting bagi sebuah produk selain surat izin edar. Semakin meningkatnya tren produk halal, membuat hampir semua produsen berlomba-lomba memiliki sertifikasi halal. Tidak hanya produk makanan saja, namun produk skin care atau bahkan hingga produk lemari es pun dapat memiliki sertifikat halal.

Baca Juga: Bagaimana Cara Cek BPOM Scan Barcode?

Manfaat Sertifikasi Halal Untuk Produk

Sertifikat halal bukan saja penting bagi konsumen muslim, tapi juga penting bagi produsen produk. Kenapa? Manfaat sertifikat halal bagi konsumen yaitu:

  • Memberikan ketenangan saat menggunakan produk. Mengonsumsi atau menggunakan produk yang tidak memiliki label halal bisa mendatangkan rasa tidak tenang pada konsumen muslim. Sebab bahan-bahan tidak halal bisa saja terkandung secara tidak sengaja di dalam produk.

Sedangkan bagi produsen, memiliki produk dengan sertifikat halal juga memberikan dampak positif yaitu:

  • Unique Selling Point (USP), atau juga dikenal sebagai Unique Selling Proposition merupakan konsep marketing yang dapat membedakan produk  dengan para kompetitornya. Bila memiliki sertifikasi halal, maka produk akan memiliki unique selling point daripada pesaingnya.
  • Mendapatkan kesempatan untuk terjun di pasar halal global. Selain terjun di pasar konvensional, produk bersertifikasi halal juga punya kesempatan untuk masuk ke pasar halal global yang semakin berkembang.
  • Meningkatkan kemampuan produk untuk dipasarkan di negara muslim. Memperluas bisnis Anda, dapat dilakukan dengan mengekspor produk-produk bersertifikat halal ke pasar-pasar negara muslim. Seperti Arab Saudi, Brunei Darussalam, Turki, Kazakhstan, dan lainnya.
  • Mendongkrak tingkat kepercayaan konsumen. Prosedur untuk mendapatkan sertifikat halal cukup ketat. Namun hal ini membuat para konsumen percaya terhadap kandungan makanan yang diteliti.

Baca Juga: Menggunakan Flanking Marketing untuk Bisnis Skincare

Bagaimana Cara Mendapatkannya?

Perusahaan yang ingin mendapatkan sertifikat halal, harus menjalani beberapa tahapan prosedur dari MUI (Majelis Ulama Indonesia), yaitu:

1. Paham akan persyaratan dan mengikuti pelatihan SJH

Perusahaan harus paham terlebih dahulu segala persyaratan sertifikat halal. Setelah itu, perusahaan harus mengirimkan perwakilan untuk ikut serta dalam pelatihan SJH (Sistem Jaminan Halal) yang digelar LPPOM MUI (Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika).

2. Menerapkan Sistem Jaminan Halal (SJH)

Perusahaan diwajibkan menerapkan SJH terlebih dahulu, sebelum mendaftar untuk mendapatkan sertifikat halal.

3. Menyiapkan dokumen yang diperlukan

Beberapa dokumen yang dibutuhkan adalah daftar produk, daftar bahan, dokumen bahan, matriks produk, manual SJH, diagram alur proses, bukti sosialisasi kebijakan halal, dan masih ada lagi.

4. Melakukan pendaftaran sertifikasi halal (upload data)

Pendaftaran dilakukan secara on-line. Perusahaan wajib melakukan upload data sertifikasi hingga selesai, agar diproses oleh LPPOM MUI.

Baca Juga: Keuntungan Mengembangkan Produk Preservative Free

5. Memonitor pre audit dan pembayaran akad sertifikasi

Dianjurkan untuk melakukan monitor pre audit setiap hari, untuk mengawasi adanya ketidaksesuaian pada hasil pre audit.

6. Pelaksanaan audit

Proses audit akan dilakukan jika perusahaan sudah lolos tahap pre audit dan akad telah disetujui. Prosedur audit akan digelar di semua fasilitas yang ada hubungannya dengan produk yang hendak disertifikasi halal.

7. Memonitor pasca audit

Monitor pasca audit juga disarankan untuk dilakukan setiap hari.

8. Memperoleh sertifikasi halal

Perusahaan bisa mengunduh sertifikat halal produk mereka. Sedangkan sertifikat halal yang asli harus diambil di kantor LPPOM MUI di Jakarta, atau dapat pula dikirim ke alamat perusahaan.

Setelah melewati riuhnya proses untuk mendapatkannya, Anda juga harus ingat bahwa sertifikat halal tersebut hanya berlaku selama dua tahun saja. Apakah bisa untuk mendapatkan sertifikat halal untuk produk tanpa harus melewati prosedur yang cukup banyak?

Jika tidak ingin menjalani keriuhan proses sertifikat halal, maka Anda dapat menyerahkan proses produksi produk ke maklon yang handal dan sudah bersertifikat halal. Hal ini dapat membuat perusahaan fokus untuk merencanakan strategi marketing dan sales.

Dengan CISAS, ide skincare Anda bisa langsung dipasarkan tanpa repot urusan sertifikasi halal. Hubungi kami sekarang juga!

Konsultasi dan Diskusikan Konsep Anda
Bersama CISAS

Share the Post:

Sertifikasi dan Penghargaan Jaminan Mutu

ISO_9001-2015
good corporate governance award 2010 logos
good manufacturing practice certification
logo cara pembuatan kosmetik yang baik
Logo halal

Silakan isi informasi Anda dan chat dengan saya

 

    Name *

    E-mail *

    Phone*

    Company representation or personal inquiry? *

    Company Name *

    Your Position *

    Occupation *

    Have you ever collaborated with an OEM? *
    YesNo