Salah satu strategi pemasaran yang bisa digunakan untuk mendukung bisnis skincare adalah dengan menggunakan flanking marketing. Singkatnya, flanking (mengapit) adalah metode yang dilakukan dengan memposisikan produk berbeda dari kompetitor, sehingga mampu menarik lebih banyak konsumen sekaligus menjangkau potensial konsumen yang benar-benar baru.
Baca Juga: Manfaat Menggunakan Jasa Maklon Kosmetik Sistem One-Stop Solution
Table of Contents
ToggleApa Itu Flanking Marketing?
Flanking marketing adalah strategi pemasaran di mana sebuah brand atau bisnis menghindari persaingan langsung dengan kompetitor utama dan memilih untuk masuk ke segmen pasar yang kurang diperhatikan atau belum banyak digarap. Menggunakan flanking marketing ini sebagai strategi bertujuan untuk menguasai ceruk pasar tertentu sebelum kompetitor besar menyadarinya, sehingga dapat membangun keunggulan kompetitif tanpa harus berhadapan langsung dalam persaingan sengit.
Contohnya, ada dua brand skincare besar yang sudah mendominasi pasar dengan fokus pada produk anti-aging untuk usia 30-an ke atas. Jika sebuah brand baru ingin masuk, tapi tidak ingin berhadapan langsung dengan brand raksasa ini, mereka bisa menerapkan flanking marketing dengan mencari celah yang belum banyak digarap.
Alih-alih ikut membuat skincare anti–aging biasa, brand baru bisa fokus pada skincare anti–aging khusus untuk usia 20-an. Atau bisa juga memilih niche yang lebih spesifik, seperti berbahan natural dan organik yang bisa menyasar kulit sensitif dan mereka yang vegan.
Baca Juga: Cari Maklon Skincare MOQ Rendah? Ini yang Perlu Kamu Cek Sebelum Produksi
Apa Saja Manfaat Flanking Marketing?
Berikut ini beberapa manfaat menggunakan flanking marketing yang bisa Smartpreneur terapkan untuk bisnis kecantikan.
1. Menghindari Persaingan Langsung
Dengan menggunakan flanking marketing, brand skincare baru dapat menghindari persaingan ketat dengan brand besar yang sudah memiliki nama kuat di industri. Alih-alih masuk ke kategori yang sudah ramai, brand dapat mencari celah unik, seperti menargetkan jenis kulit tertentu (misalnya, kulit sensitif atau kulit berjerawat hormonal) atau fokus pada bahan aktif yang belum banyak dieksplorasi. Strategi ini memungkinkan bisnis berkembang lebih cepat tanpa harus mengeluarkan biaya pemasaran besar untuk bersaing langsung.
2. Menjangkau Segmen Pasar Baru
Banyak brand besar dalam industri kecantikan cenderung menargetkan segmen pasar yang luas, seperti anti-aging untuk semua usia atau skincare untuk semua jenis kulit. Dengan menggunakan flanking marketing, brand dapat menyasar kebutuhan spesifik yang belum banyak diperhatikan, seperti skincare anti-aging untuk usia 20-an, produk khusus untuk perawatan kulit tropis, atau skincare berbasis bahan lokal seperti ekstrak tanaman khas Indonesia.
3. Membangun Brand Positioning
Brand yang sukses menggunakan flanking marketing sering kali lebih mudah menciptakan positioning yang kuat karena mereka menawarkan sesuatu yang berbeda dari kompetitor utama. Misalnya, jika sebagian besar skincare anti-aging menggunakan retinol, brand bisa memosisikan diri sebagai pionir dalam skincare anti-aging berbasis bakuchiol (alternatif alami retinol yang lebih lembut). Dengan perbedaan ini, brand lebih mudah diingat dan menonjol di pasar.
4. Mengurangi Biaya Pemasaran
Persaingan langsung dengan brand besar membutuhkan investasi besar dalam pemasaran dan iklan untuk merebut perhatian konsumen. Dengan flanking marketing, brand bisa lebih efisien dalam mengalokasikan anggaran dengan menargetkan segmen spesifik yang memiliki kebutuhan jelas dan belum banyak dipenuhi. Contohnya, brand yang fokus pada skincare untuk ibu hamil dan menyusui bisa memanfaatkan komunitas parenting dan platform digital yang lebih tertarget, dibanding bersaing di iklan umum yang menyasar semua orang.
5. Mempercepat Loyalitas Konsumen
Konsumen saat ini mencari produk yang sesuai dengan kebutuhan spesifik mereka. Dengan menggunakan flanking marketing, brand bisa menghadirkan produk yang terasa lebih personal dan relevan bagi segmen tertentu. Misalnya, skincare yang diformulasikan khusus untuk kulit yang sering terpapar polusi kota besar di Indonesia. Dengan memberikan solusi yang relevan, brand dapat membangun hubungan lebih erat dengan pelanggan dan meningkatkan retensi.
6. Menjadi Market Leader di Segmen Baru
Banyak brand besar awalnya berkembang dengan sukses di niche market sebelum akhirnya menjadi pemimpin pasar. Menggunakan flanking marketing memungkinkan brand untuk menguasai segmen tertentu terlebih dahulu sebelum berkembang lebih luas. Misalnya, jika sebuah brand berhasil menjadi top-of-mind dalam kategori “skincare probiotik untuk keseimbangan microbiome kulit,” brand tersebut bisa menjadi pionir dalam tren baru sekaligus membangun reputasi yang lebih besar di industri.
Baca Juga: Maklon Skincare dengan Formula Inovatif Mengikuti Tren Global
Mulai Bisnis Kecantikan Bersama CISAS
Strategi flanking marketing yang tepat dapat membantu Smartpreneur bertahan di industri kecantikan yang kompetitif, sekaligus membangun audiens yang loyal.
Namun, strategi pemasaran sebaik apa pun perlu didukung produk yang aman dan sesuai regulasi. Di sinilah CISAS (PT. Citrasemesta Asrisejati) berperan sebagai mitra produksi yang tepat.
CISAS adalah perusahaan maklon kosmetik dengan fasilitas produksi sendiri, bersertifikasi CPKB dan Halal, serta telah beroperasi sejak 1988 di bawah Indocare Group. Dengan standar produksi yang jelas dan proses yang terukur, Smartpreneur bisa lebih fokus mengembangkan strategi flanking marketing untuk brand, tanpa perlu khawatir soal kualitas dan legalitas produk.
Konsultasikan kebutuhan produksi brand Anda dengan tim CISAS. Hubungi tim kami di sini.
FAQ Seputar Flanking Marketing
1. Apa itu flanking marketing dan kenapa cocok untuk bisnis skincare?
Flanking marketing adalah strategi pemasaran dengan memposisikan produk berbeda dari kompetitor, misalnya menyasar segmen atau kebutuhan spesifik yang belum banyak dipenuhi. Strategi ini cocok untuk brand skincare baru karena memungkinkan bisnis berkembang tanpa harus bersaing langsung dengan brand besar.
2. Bagaimana cara menemukan celah pasar untuk menerapkan flanking marketing?
Caranya bisa dengan mengidentifikasi kebutuhan spesifik yang belum banyak diperhatikan kompetitor besar, misalnya jenis kulit tertentu, kelompok usia spesifik, atau bahan aktif yang belum populer di pasaran.
3. Kenapa produksi yang aman dan sesuai regulasi penting dalam menjalankan strategi flanking marketing?
Strategi pemasaran sebaik apa pun akan sulit berhasil jika produk yang ditawarkan tidak aman atau tidak sesuai regulasi. Produk yang berkualitas dan legal menjadi fondasi agar positioning unik yang dibangun tetap kredibel di mata konsumen.






