Salah satu strategi pemasaran yang bisa digunakan untuk mendukung bisnis skincare adalah flanking marketing. Singkatnya, flanking (mengapit) adalah salah satu metode yang dilakukan dengan membuat produk mereka berbeda dari kompetitor sehingga bisa menarik lebih banyak konsumen dan potensial konsumen yang sama sekali baru.
Table of Contents
TogglePengertian Flanking Marketing
Flanking marketing adalah strategi pemasaran di mana sebuah brand atau bisnis menghindari persaingan langsung dengan kompetitor utama dan memilih untuk masuk ke segmen pasar yang kurang diperhatikan atau belum banyak digarap. Strategi ini bertujuan untuk menguasai ceruk pasar tertentu sebelum kompetitor besar menyadarinya, sehingga dapat membangun keunggulan kompetitif tanpa harus berhadapan langsung dalam persaingan sengit.
Contohnya, ada dua brand skincare besar yang sudah mendominasi pasar dengan fokus pada produk anti-aging untuk usia 30-an ke atas. Jika sebuah brand baru ingin masuk, tapi tidak ingin berhadapan langsung dengan brand raksasa ini, mereka bisa menerapkan flanking marketing dengan mencari celah yang belum banyak digarap.
Alih-alih ikut membuat skincare anti–aging biasa, brand baru bisa fokus pada skincare anti–aging khusus untuk usia 20-an. Atau bisa juga memilih niche yang lebih spesifik, seperti berbahan natural dan organik yang bisa menyasar kulit sensitif dan mereka yang vegan.
Manfaat Flanking Marketing
Berikut ini beberapa manfaat flanking marketing yang bisa Smartpreneur terapkan untuk bisnis kecantikan.
Menghindari Persaingan Langsung
Dengan menerapkan flanking marketing, brand skincare baru dapat menghindari persaingan ketat dengan brand besar yang sudah memiliki nama kuat di industri. Alih-alih masuk ke kategori yang sudah ramai, brand dapat mencari celah unik, seperti menargetkan jenis kulit tertentu (misalnya, kulit sensitif atau kulit berjerawat hormonal) atau fokus pada bahan aktif yang belum banyak dieksplorasi. Strategi ini memungkinkan bisnis berkembang lebih cepat tanpa harus mengeluarkan biaya pemasaran besar untuk bersaing langsung.
Menjangkau Segmen Pasar Baru
Banyak brand besar dalam industri kecantikan cenderung menargetkan segmen pasar yang luas, seperti anti-aging untuk semua usia atau skincare untuk semua jenis kulit. Dengan flanking marketing, brand dapat menyasar kebutuhan spesifik yang belum banyak diperhatikan, seperti skincare anti–aging untuk usia 20-an, produk khusus untuk perawatan kulit tropis, atau skincare berbasis bahan lokal seperti ekstrak tanaman khas Indonesia.
Membangun Brand Positioning
Brand yang sukses dengan strategi flanking marketing sering kali lebih mudah menciptakan positioning yang kuat karena mereka menawarkan sesuatu yang berbeda dari kompetitor utama. Misalnya, jika sebagian besar skincare anti–aging menggunakan retinol, brand bisa memosisikan diri sebagai pionir dalam skincare anti–aging berbasis bakuchiol (alternatif alami retinol yang lebih lembut). Dengan perbedaan ini, brand lebih mudah diingat dan menonjol di pasar.
Mengurangi Biaya Pemasaran
Persaingan langsung dengan brand besar membutuhkan investasi besar dalam pemasaran dan iklan untuk merebut perhatian konsumen. Dengan flanking marketing, brand bisa lebih efisien dalam mengalokasikan anggaran dengan menargetkan segmen spesifik yang memiliki kebutuhan jelas dan belum banyak dipenuhi. Contohnya, brand yang fokus pada skincare untuk ibu hamil dan menyusui bisa memanfaatkan komunitas parenting dan platform digital yang lebih tertarget, dibanding bersaing di iklan umum yang menyasar semua orang.
Mempercepat Loyalitas Konsumen
Konsumen saat ini mencari produk yang sesuai dengan kebutuhan spesifik mereka. Dengan strategi flanking marketing, brand bisa menghadirkan produk yang terasa lebih personal dan relevan bagi segmen tertentu. Misalnya, skincare yang diformulasikan khusus untuk kulit yang sering terkena polusi kota besar di Indonesia. Dengan memberikan solusi yang sangat relevan, brand dapat membangun hubungan lebih erat dengan pelanggan dan meningkatkan retensi.
Menjadi Market Leader di Segmen Baru
Banyak brand besar awalnya berkembang dengan sukses di niche market sebelum akhirnya menjadi pemimpin pasar. Flanking marketing memungkinkan brand untuk menguasai segmen tertentu terlebih dahulu sebelum berkembang lebih luas. Misalnya, jika sebuah brand berhasil menjadi top-of-mind dalam kategori “skincare probiotik untuk keseimbangan microbiome kulit,” maka mereka bisa menjadi pionir dalam tren baru dan membangun reputasi yang lebih besar di industri.
Mulai Bisnis Kecantikan di CISAS!
Dengan strategi flanking marketing yang tepat, Smartpreneur bisa bertahan di industri yang kompetitif, dan mendapatkan audiens yang setia.
Namun untuk urusan produksi produk yang aman dan sesuai dengan regulasi, Smartpreneur bisa memilih CISAS.
CISAS adalah perusahaan dengan pabrik sendiri yang tersertifikasi BPOM, Halal, dan berbagai sertifikat manufaktur internasional lainnya. Dengan proses yang akurat dan mutakhir, Smartpreneur bisa fokus mengembangkan strategi flanking marketing yang akan diaplikasikan untuk brand.






