Sebelum produk kosmetik bisa dipasarkan secara legal, brand perlu melalui proses notifikasi BPOM kosmetik terlebih dahulu. Registrasi ini menjadi salah satu syarat penting agar produk dapat diedarkan secara resmi, baik di toko offline maupun berbagai platform marketplace.
Meski sudah cukup umum di industri skincare, masih banyak brand owner yang belum memahami estimasi waktu pengurusan BPOM kosmetik serta tahapan yang perlu dipersiapkan. Melalui artikel ini, Anda akan mengenal proses pengajuan BPOM kosmetik hingga faktor yang dapat memengaruhi lamanya proses registrasi.
Baca Juga: Rangkaian Skincare Lengkap yang Cocok untuk Memulai Bisnis
Table of Contents
ToggleMengapa BPOM Kosmetik Penting untuk Brand Skincare?
BPOM kosmetik bukan hanya sekadar persyaratan administrasi dalam industri skincare. Nomor notifikasi BPOM juga menjadi bagian penting yang membantu produk dapat dipasarkan secara resmi.
Berikut beberapa alasan mengapa BPOM kosmetik penting untuk brand skincare:
1. Produk Bisa Dipasarkan Secara Legal
Produk kosmetik yang beredar di Indonesia wajib memiliki nomor notifikasi BPOM. Legalitas ini penting agar produk dapat dipasarkan secara resmi, termasuk di marketplace, retail, maupun berbagai channel penjualan lainnya.
2. Membantu Meningkatkan Kepercayaan Konsumen
Konsumen skincare saat ini semakin selektif sebelum membeli produk. Adanya nomor BPOM membuat produk terlihat lebih terpercaya karena sudah melalui proses registrasi sesuai regulasi yang berlaku.
3. Mendukung Kredibilitas dan Daya Saing Brand
Selain membantu membangun citra brand yang lebih profesional, legalitas produk juga dapat mendukung peluang distribusi ke retail modern dan channel penjualan yang lebih luas.
4. Membantu Memastikan Keamanan Produk
Dalam proses notifikasi, BPOM melakukan evaluasi terhadap formula dan dokumen produk. Proses ini membantu memastikan produk menggunakan bahan yang sesuai ketentuan sehingga lebih aman digunakan oleh konsumen.
5. Membuka Peluang Pengembangan Pasar
Nomor BPOM juga sering menjadi salah satu dokumen pendukung ketika brand ingin memperluas pasar, termasuk untuk kerja sama distribusi maupun pengembangan bisnis ke pasar internasional.
Baca Juga: Panduan Urus BPOM Skincare: Syarat, Proses, dan Estimasi
Berapa Lama Proses Pengurusan BPOM Kosmetik?
Secara umum, proses notifikasi BPOM kosmetik membutuhkan waktu sekitar 14 hari kerja setelah seluruh dokumen dinyatakan lengkap dan sesuai oleh sistem BPOM. Namun dalam praktiknya, durasi pengurusan bisa berbeda tergantung kesiapan dokumen dan proses revisi yang mungkin terjadi.
Berikut gambaran estimasi waktu pengurusan BPOM kosmetik:
| Kondisi | Estimasi Waktu |
| Dokumen lengkap dan minim revisi | 14-21 hari kerja |
| Ada revisi dokumen atau data produk | 1-2 bulan |
| Mengurus sendiri tanpa pengalaman | 2–3 bulan |
| Menggunakan jasa maklon berpengalaman | Sekitar 2-4 minggu |
Beberapa faktor yang cukup memengaruhi lama proses pengurusan BPOM kosmetik antara lain:
1. Kelengkapan Dokumen
Dokumen yang belum lengkap atau tidak sesuai biasanya perlu direvisi terlebih dahulu sebelum proses dapat dilanjutkan.
2. Jenis dan Klaim Produk
Produk dengan klaim tertentu umumnya membutuhkan data tambahan sehingga proses evaluasi bisa menjadi lebih detail.
3. Antrean Pengajuan di BPOM
Jumlah pengajuan yang sedang diproses BPOM juga dapat memengaruhi durasi notifikasi produk kosmetik.
4. Pengalaman dalam Pengurusan BPOM
Brand yang baru pertama kali mengurus BPOM sendiri biasanya membutuhkan waktu lebih lama karena masih perlu memahami alur dan sistem registrasi yang digunakan.
Karena itu, banyak brand skincare memilih bekerja sama dengan jasa maklon kosmetik yang sudah berpengalaman seperti CISAS agar proses pengurusan BPOM dapat berjalan lebih efisien dan minim revisi.
Baca Juga: Estimasi Harga Maklon Kosmetik Terbaru di CISAS
Tahapan Pengajuan BPOM Kosmetik yang Perlu Dipahami
Sebelum nomor notifikasi BPOM terbit, ada beberapa tahapan yang harus dilalui. Memahami alur ini sejak awal akan membantu Anda mengurangi potensi revisi saat proses berjalan.
1. Registrasi Akun e-Notifikasi BPOM
Tahap pertama dimulai dengan pendaftaran akun perusahaan pada sistem e-notifikasi BPOM. Proses ini dilakukan melalui platform resmi BPOM dan membutuhkan dokumen legalitas usaha seperti NIB, NPWP, serta izin usaha yang sesuai.
2. Persiapan Dokumen Produk
Setelah akun siap, brand perlu menyiapkan berbagai dokumen pendukung produk. Beberapa dokumen yang umumnya dibutuhkan meliputi :
- Formula produk lengkap beserta fungsi tiap bahan
- Certificate of Analysis (CoA) bahan baku
- Hasil uji keamanan dan stabilitas produk
- Desain kemasan dan label produk
- Dokumen pendukung lainnya sesuai jenis produk
3. Pengisian Data Produk ke Sistem BPOM
Seluruh informasi produk kemudian diinput ke sistem notifikasi BPOM secara online. Data seperti nama produk, komposisi, kategori produk, hingga klaim harus diisi dengan detail dan sesuai dengan dokumen pendukung.
4. Proses Evaluasi dan Review
Setelah pengajuan dilakukan, BPOM akan melakukan proses evaluasi administratif dan teknis terhadap dokumen produk. Jika terdapat data yang kurang sesuai atau perlu dilengkapi, sistem biasanya akan memberikan notifikasi revisi.
5. Penerbitan Nomor Notifikasi BPOM
Jika seluruh tahapan sudah dinyatakan lengkap dan sesuai regulasi, nomor notifikasi BPOM akan diterbitkan dan produk kosmetik dapat dipasarkan secara resmi.
Baca Juga: Cara Memilih Maklon Kosmetik Terbaik untuk Brand Anda
CISAS Membantu Pengurusan BPOM Kosmetik untuk Brand Anda
Proses pengurusan BPOM kosmetik membutuhkan ketelitian dalam menyiapkan dokumen, formulasi, hingga pengisian data produk. Bagi brand yang baru memulai bisnis skincare, proses ini sering terasa cukup kompleks jika dilakukan sendiri.
Sebagai perusahaan maklon kosmetik dan personal care berpengalaman, PT. Citrasemesta Asrisejati (CISAS) siap membantu brand Anda dalam proses pengembangan produk sekaligus pengurusan BPOM kosmetik. Mulai dari persiapan dokumen, pengecekan formula, hingga proses registrasi produk dilakukan dengan pendampingan tim yang berpengalaman.
Dengan dukungan fasilitas produksi berstandar CPKB dan tim R&D yang memahami regulasi kosmetik, CISAS membantu brand menghadirkan produk skincare yang siap dipasarkan secara legal.
Ingin mulai mengembangkan produk skincare untuk brand Anda? Konsultasikan kebutuhan produk skincare Anda bersama tim CISAS sekarang. Hubungi kami di sini!
FAQ Seputar BPOM Kosmetik
1. Apakah semua produk kosmetik wajib memiliki nomor BPOM?
Ya. Seluruh produk kosmetik yang dipasarkan di Indonesia wajib memiliki nomor notifikasi BPOM tanpa terkecuali, termasuk produk yang dijual secara online.
2. Apakah UMKM atau brand baru bisa mengurus BPOM sendiri?
Bisa, selama memiliki badan usaha yang sah dan memenuhi semua persyaratan dokumen. Namun bagi brand baru, bermitra dengan jasa maklon kosmetik seperti CISAS jauh lebih efisien.
3. Apakah nomor notifikasi BPOM bisa kedaluwarsa?
Ya. Nomor notifikasi BPOM kosmetik berlaku selama 3 tahun dan wajib diperbarui sebelum masa berlakunya habis agar produk tetap legal dipasarkan.
4. Bagaimana CISAS membantu proses notifikasi BPOM?
CISAS mendampingi seluruh proses, dari persiapan formula yang sesuai regulasi, kelengkapan dokumen, hingga pengajuan notifikasi.






