Sunscreen spray semakin digemari karena terasa ringan dan cepat menyerap, cocok untuk pengguna yang aktif seharian. Format ini juga dianggap lebih praktis sehingga brand skincare mulai meliriknya sebagai peluang baru.
Jika Smartpreneur memahami cara membuat sunscreen spray dengan formulasi yang tepat, produk yang dihasilkan bisa menjadi favorit di tengah tingginya kebutuhan perlindungan kulit.
Baca Juga: 10 Rekomendasi Skincare untuk Warna Kulit Tidak Merata
Table of Contents
ToggleApa Itu Sunscreen Spray?
Sunscreen spray adalah bentuk tabir surya yang diformulasikan dalam bentuk cair sehingga dapat disemprotkan ke kulit dalam bentuk mist halus.
Format ini dirancang untuk memberikan perlindungan sinar UV yang praktis, cepat diaplikasikan, dan terasa lebih ringan dibandingkan sunscreen krim atau lotion.
Dibandingkan format konvensional, sunscreen spray biasanya menggunakan UV filter yang larut minyak agar bisa menghasilkan semprotan yang merata.
Kombinasi bahan pendukung seperti humectant, soothing agent, dan emulsifier membantu menjaga stabilitas formula serta menghadirkan sensasi segar saat diaplikasikan.
Keunggulan inilah yang menjadikan sunscreen spray semakin populer di industri skincare, termasuk dalam kategori sport, daily use, hingga produk dengan fungsi tambahan seperti hydrating mist.
Baca Juga: Cara Membuat Masker Wajah dari Bahan Alami
Bahan Utama dalam Formula Sunscreen Spray
Untuk membuat sunscreen spray yang efektif dan nyaman, diperlukan keseimbangan antara perlindungan UV dan tekstur yang ringan. Berikut adalah komponen utama penyusunnya:
1. UV Filters (Pelindung Utama)
Menggunakan kombinasi bahan seperti Ethylhexyl Methoxycinnamate atau Avobenzone. Filter ini biasanya dipilih yang larut dalam minyak agar hasil semprotan tetap merata dan stabil di kulit.
2. Cairan Dasar (Solvent)
Campuran air dan emolien ringan (Butylene Glycol) yang berfungsi menciptakan tekstur mist yang halus, sejuk, dan cepat meresap tanpa rasa lengket.
3. Emulsifier
Bahan seperti Polysorbate yang berfungsi menyatukan fase minyak (UV filter) dan fase air agar formula tetap stabil dan tidak memisah dalam kemasan.
4. Humektan & Soothing Agent
Kandungan Glycerin, Aloe Vera, atau Allantoin ditambahkan untuk menjaga kelembapan kulit sekaligus memberikan efek menenangkan dari paparan panas matahari.
5. Preservative (Pengawet)
Bahan seperti Phenoxyethanol wajib ada untuk mencegah pertumbuhan bakteri dan jamur, mengingat produk ini mengandung air.
Dalam proses formulasi, takaran setiap bahan harus presisi sesuai target SPF dan regulasi yang berlaku. Selain itu, uji stabilitas sangat penting untuk memastikan perlindungan tetap konsisten dan nozzle semprotan tidak mudah tersumbat.
Baca Juga: Ciri-Ciri Acne Prone Skin, Apa Saja Tandanya?
Rekomendasi SPF untuk Produk Sunscreen Spray
Menentukan nilai SPF dalam cara membuat sunscreen spray sangat bergantung pada market positioning brand Anda. Berikut panduan singkatnya:
- SPF 30: Sangat pas jika Smartpreneur ingin membuat produk yang ultra-ringan, tidak lengket, dan ditujukan khusus untuk re-apply di atas makeup. Formulasi ini biasanya lebih hemat biaya namun tetap fungsional untuk aktivitas harian.
- SPF 50: Pilihan terbaik untuk memenangkan persaingan pasar karena konsumen cenderung memilih angka yang lebih tinggi. Cocok untuk klaim perlindungan ekstrem, meski membutuhkan riset formulasi yang lebih intens agar teksturnya tetap cair dan tidak menyumbat nozzle spray.
- PA Rating (Broad Spectrum): Pastikan produk Anda minimal memiliki PA+++. Bagi Smartpreneur, ini adalah nilai jual utama untuk klaim anti-aging dan perlindungan dari flek hitam, yang sangat dicari oleh target pasar skincare saat ini.
Insight Bisnis: Untuk efisiensi produksi, banyak brand memulai dengan SPF 50 karena lebih mudah dipasarkan sebagai produk “all-in-one” untuk segala aktivitas.
Baca Juga: Steroid pada Skincare dan Risiko yang Perlu Dipahami
Tren Penggunaan Sunscreen dalam Bentuk Spray
Dalam beberapa tahun terakhir, sunscreen spray telah menjadi inovasi paling populer di kategori perlindungan kulit. Inovasi ini didorong oleh meningkatnya kesadaran konsumen akan pentingnya reapply tabir surya secara praktis tanpa merusak riasan wajah atau membuat tangan kotor.
Popularitas sunscreen spray semakin meningkat karena beberapa keunggulan utama:
- Praktis dan higienis: Bentuknya yang semprot dianggap lebih higienis karena minim kontak tangan langsung dengan kulit wajah.
- Tekstur ringan: Formulasi micro mist memberikan sensasi segar, cepat kering, dan tidak meninggalkan residu lengket, sehingga sangat cocok untuk iklim tropis.
- Gaya hidup aktif: Sangat ideal bagi masyarakat dengan mobilitas tinggi yang membutuhkan perlindungan UV yang cepat dan efisien di luar ruangan.
Kesuksesan berbagai brand internasional dalam meluncurkan varian sunscreen spray yang tahan air (water-resistant) membuktikan bahwa pasar ini sangat potensial.
Baca Juga: Fungsi Sunscreen dan Kandungannya yang Perlu Diketahui
Wujudkan Sunscreen Spray Brand Anda di CISAS
Mengembangkan sunscreen spray membutuhkan pengalaman formulasi yang tepat, mulai dari pemilihan UV filter, stabilitas mist, hingga penentuan tekstur yang nyaman di kulit. Di CISAS, proses ini ditangani oleh tim R&D yang memahami kebutuhan pasar dan standar regulasi sehingga Anda dapat menghasilkan produk yang sesuai ekspektasi konsumen.
CISAS membantu Smartpreneur sejak tahap awal, termasuk penyusunan konsep, penyesuaian target SPF, pemilihan bahan baku, serta uji stabilitas untuk memastikan formula tetap konsisten selama penyimpanan. Setiap detail diperhatikan agar sunscreen spray memiliki performa yang optimal dan sesuai preferensi pengguna Indonesia.
Jika Anda ingin menghadirkan sunscreen spray yang kompetitif dan sesuai tren pasar, CISAS siap menjadi partner maklon yang mendampingi dari pengembangan hingga produk siap dipasarkan. Hubungi tim CISAS untuk memulai konsultasi dan wujudkan produk terbaik untuk brand Anda.
Ditinjau oleh dr. Oscar Wiradi Putera






