Kulit yang putih, bersih, dan mulus masih jadi standar kecantikan di kebanyakan negara Asia, termasuk Indonesia. Tren ini mendorong tingginya permintaan produk dengan klaim pemutih kulit, baik dalam bentuk krim, serum, maupun losion.
Sayangnya, tingginya permintaan ini juga membuka celah bagi peredaran bahan pemutih kulit yang sebenarnya berbahaya dan sudah dilarang BPOM. Sebelum mengembangkan produk skincare dengan klaim pemutih atau pencerah, penting untuk memahami bahan apa saja yang perlu dihindari agar produk tetap aman dan legal beredar di Indonesia.
Table of Contents
ToggleMerkuri
Merkuri (Hg) adalah bahan kimia yang populer digunakan dalam produk pemutih kulit karena mampu menghambat produksi melanin. Penggunaan merkuri secara topikal sangat berisiko, sehingga BPOM telah melarang penggunaannya dalam kosmetik sesuai Peraturan BPOM No. 23 Tahun 2019 tentang Persyaratan Teknis Bahan Kosmetika, yang kemudian diperbarui melalui Peraturan BPOM No. 17 Tahun 2022. (sumber)
Pada label produk, merkuri kadang disamarkan dengan istilah seperti mercury, calomel, atau mercurous chloride. Penggunaannya dapat menyebabkan iritasi seperti kemerahan, gatal, ruam, dan sensasi terbakar, sekaligus meningkatkan sensitivitas kulit terhadap sinar matahari. Dalam jangka panjang, merkuri juga berisiko merusak ginjal, mengganggu sistem saraf, dan menurunkan sistem kekebalan tubuh.
Steroid
Steroid, khususnya golongan kortikosteroid topikal seperti clobetasol propionate, fluocinolone, betamethasone, dan hydrocortisone, sebenarnya digunakan dalam dunia medis untuk mengobati eksim, psoriasis, dan dermatitis di bawah pengawasan dokter. Steroid bekerja dengan menghambat produksi melanin, sehingga sering disalahgunakan sebagai bahan pemutih kulit instan.
BPOM melarang penggunaan steroid dalam kosmetik yang dijual bebas tanpa resep atau pengawasan medis. Penggunaan tanpa supervisi profesional berisiko menyebabkan penipisan kulit permanen (atrofi kulit), peradangan kronis, hiperpigmentasi, jerawat steroid, stretch mark, hingga munculnya pembuluh darah yang lebih terlihat di permukaan kulit (telangiektasia). Steroid juga dapat mengganggu fungsi alami kulit dalam melawan infeksi dan memperlambat regenerasi jaringan saat luka, serta memicu gangguan hormon dan sistem imun secara sistemik.
Untuk kesehatan tubuh, penggunaan steroid tanpa supervisi profesional dapat menyebabkan gangguan hormon, gangguan sistem imun, dan membuat tubuh lebih rentan terkena infeksi.
Hidrokuinon
Hidrokuinon atau hydroquinone bekerja dengan menghambat enzim tirosinase untuk mengurangi produksi melanin, sehingga efektif menyamarkan hiperpigmentasi dan bintik hitam. Meski bisa ditemukan secara alami pada bahan seperti kopi dan teh, dalam produk kecantikan hidrokuinon umumnya digunakan dalam bentuk sintetis dan diklasifikasikan sebagai obat keras yang hanya boleh dipakai dengan resep dokter.
Penggunaan yang tidak tepat dapat menyebabkan iritasi, kulit terbakar, hingga okronosis, yaitu kondisi kulit yang berubah menjadi gelap secara permanen. Sejumlah studi juga menemukan bahwa penggunaan hidrokuinon dalam jangka panjang berpotensi meningkatkan risiko kanker kulit, meski hidrokuinon sendiri belum diklasifikasikan secara resmi sebagai bahan karsinogenik. BPOM telah melarang peredaran bebas produk yang mengandung hidrokuinon dalam produk pemutih kulit, sehingga penggunaannya harus diawasi ketat oleh tenaga medis profesional.
Logam Berat
Logam berat seperti arsenik (As), timbal (Pb), dan kadmium (Cd) juga tidak jarang ditemui pada produk pemutih kulit, seperti whitening serum atau losion. Menurut penelitian, adanya logam berat pada produk kecantikan disebabkan oleh pewarna atau bahan dasar yang terkontaminasi. Timbal lebih mudah diserap kulit saat kulit berminyak karena timbal larut dalam minyak.
Logam berat dapat menyebabkan iritasi kulit, kemerahan, peradangan, penipisan kulit, hiperpigmentasi, dan dermatitis kontak. Dalam jangka panjang, logam berat bisa merusak sel, menyebabkan kerutan, hingga kanker kulit. Jika masuk ke dalam tubuh, logam berat dapat merusak organ ginjal, hati, sistem saraf, bahkan kematian.
BPOM menetapkan batas aman untuk logam berat dalam kosmetik: timbal ≤ 10 mg/kg, kadmium ≤ 0,3 mg/kg, dan arsenik ≤ 5 mg/kg. Konsumen dapat memeriksa nomor izin edar BPOM pada kemasan untuk memastikan produk aman, karena informasi kandungan logam berat sering kali tidak dicantumkan langsung. Jika produk tidak memiliki nomor izin BPOM, sebaiknya jangan digunakan.
Rhododenol
Rhododenol adalah senyawa yang diisolasi dari ekstrak tumbuhan, digunakan sebagai agen pemutih kulit karena kemampuannya menghambat enzim tirosinase. Namun, penggunaannya sempat menimbulkan kasus besar setelah produk yang mengandungnya ditarik dari peredaran global, termasuk di Indonesia, sejak Juli 2013, menyusul banyaknya laporan konsumen yang mengalami leukoderma atau bercak putih pada kulit akibat depigmentasi.
Kasus ini menjadi salah satu contoh penting bahwa bahan pencerah kulit, meski berasal dari sumber alami, tetap memerlukan uji keamanan menyeluruh sebelum diedarkan secara luas.
Pastikan Produk Skincare Anda Aman dengan R&D CISAS
Melihat besarnya risiko dari bahan-bahan di atas, formulasi produk skincare tidak bisa dilakukan sembarangan. Di sinilah peran tim R&D CISAS menjadi krusial. Setiap formula pencerah yang dikembangkan CISAS melalui riset bahan aktif, uji stabilitas, dan kontrol kualitas ketat, untuk memastikan tidak ada satu pun bahan berbahaya seperti merkuri, steroid, hidrokuinon, logam berat berlebih, maupun rhododenol yang lolos ke dalam formulasi akhir.
Tim R&D CISAS secara konsisten mengikuti perkembangan regulasi BPOM dan standar internasional, sehingga produk yang dihasilkan selalu legal, aman digunakan, dan tetap efektif memberikan hasil pencerahan kulit yang diinginkan. CISAS juga membantu proses pengurusan izin edar BPOM, sehingga Smartpreneur bisa fokus mengembangkan bisnis tanpa khawatir soal kepatuhan regulasi.
Hubungi tim kami di sini untuk mulai konsultasikan formulasi produk skincare yang aman dan legal.
Ditinjau oleh dr. Grishya Nanda Suryaratna
FAQ Seputar Bahan Pemutih Kulit yang Berbahaya
1. Apa saja bahan pemutih kulit yang dilarang BPOM?
Beberapa bahan yang dilarang antara lain merkuri, steroid tanpa resep, hidrokuinon, serta bahan dengan cemaran logam berat melebihi batas aman.
2. Bagaimana cara memastikan produk pemutih kulit aman?
Periksa nomor izin edar BPOM pada kemasan, dan pastikan produk diproduksi oleh maklon dengan tim R&D dan standar kontrol kualitas yang jelas, seperti CISAS.






