Penggunaan sunscreen adalah bagian penting dalam rutinitas perawatan kulit, terutama di negara tropis seperti Indonesia. Namun di balik manfaat perlindungan terhadap sinar UV, muncul satu masalah umum yang cukup mengganggu yaitu white cast. Efek ini menyebabkan kulit tampak keputihan seperti mengenakan lapisan bedak yang terlalu tebal atau tidak merata.
Bagi sebagian orang, white cast menyebabkan hasil akhir sunscreen terlihat kurang alami dan merusak penampilan. Kondisi ini dapat menurunkan rasa percaya diri serta mengurangi kenyamanan saat beraktivitas di luar rumah.
Table of Contents
ToggleApa Itu White Cast?
White cast adalah kondisi di mana kulit tampak berwarna putih atau keabu-abuan setelah pemakaian produk skincare, terutama sunscreen yang mengandung filter UV fisik seperti zinc oxide dan titanium dioxide. Kedua bahan ini dikenal efektif dalam menangkal sinar UVA dan UVB, namun secara visual dapat meninggalkan residu putih karena cara kerjanya yang memantulkan cahaya di permukaan kulit.
Efek white cast biasanya lebih terlihat pada warna kulit medium hingga gelap, karena kontras warna yang cukup mencolok. Di Indonesia, di mana warna kulit sawo matang cukup umum, white cast menjadi keluhan yang sering ditemukan dalam ulasan produk-produk tabir surya lokal maupun impor.
Penyebab White Cast pada Produk Skincare
Untuk memahami kenapa white cast bisa muncul, penting untuk mengenali berbagai faktor yang berperan dalam proses tersebut. White cast bukan semata-mata karena jenis sunscreen yang digunakan, tetapi juga bisa dipengaruhi beragam penyebab, berikut penjelasannya:
1. Kandungan Mineral UV Filter
Sunscreen berbasis zinc oxide atau titanium dioxide sering kali meninggalkan jejak putih di kulit. Kedua bahan ini termasuk physical UV filter yang bekerja dengan cara memantulkan sinar UV, namun warna alaminya yang putih dapat terlihat jelas, terutama pada kulit yang lebih gelap.
2. Formulasi yang Kurang Tersebar Merata
Sunscreen dengan tekstur terlalu tebal atau sulit menyerap bisa menumpuk di permukaan kulit. Hal ini bisa membuat hasil akhirnya tampak tidak merata dan menciptakan efek putih yang mengganggu.
3. Penggunaan Produk dalam Jumlah Berlebihan
Mengaplikasikan sunscreen dalam jumlah berlebihan bisa menyebabkan produk menumpuk di permukaan kulit. Jika tidak diratakan dengan benar, lapisan tersebut akan tampak putih dan mencolok.
Baca Juga: 6 Perbedaan Sunscreen dan Sunblock yang Harus Diketahui
4. Tidak Diformulasikan untuk Semua Tipe Kulit
Beberapa sunscreen diformulasikan tanpa mempertimbangkan variasi tone kulit. Akibatnya, produk tersebut cenderung meninggalkan white cast pada kulit sawo matang hingga gelap.
5. Kombinasi dengan Produk Lain
Penggunaan sunscreen bersamaan dengan produk lain, seperti pelembap, serum, atau makeup, bisa memengaruhi cara sunscreen menempel dan menyerap di kulit. Jika formulanya tidak saling mendukung, sunscreen bisa menggumpal, berubah tekstur, atau meninggalkan lapisan putih yang lebih jelas. Perbedaan konsistensi dari bahan tertentu juga dapat menyebabkan hasil akhir tampak patchy atau kurang halus.
Solusi Formula: Cara Menghindari White Cast
Bagi brand skincare yang ingin menghadirkan sunscreen dengan pengalaman penggunaan yang lebih nyaman dan estetis, mengatasi white cast adalah salah satu tantangan formulasi yang perlu diprioritaskan. Untuk menjawab tantangan ini, berikut beberapa strategi formulasi yang dapat diterapkan:
1. Gunakan Filter UV Hibrida (Hybrid UV Filters)
Kombinasi antara filter UV fisik (seperti zinc oxide dan titanium dioxide) dan filter kimia (seperti avobenzone atau octocrylene) bisa menjadi solusi efektif untuk mengurangi white cast. Kombinasi ini memberikan perlindungan menyeluruh dari sinar UV sekaligus menciptakan hasil yang lebih halus dan tidak terlalu mencolok di kulit.
2. Terapkan Teknologi Mikronisasi dan Nano-Coating
White cast sering muncul karena partikel UV filter fisik seperti zinc oxide dan titanium dioxide berukuran besar dan terlalu terlihat di kulit. Nah, dengan teknologi mikronisasi atau pelapisan nano, ukuran partikel jadi lebih kecil dan tidak terlalu memantulkan cahaya. Hasilnya, sunscreen bisa menyatu lebih baik di kulit tanpa meninggalkan jejak putih yang mengganggu.
3. Kembangkan Produk Sunscreen Berwarna (Tinted Sunscreen)
Formulasi tinted sunscreen dengan tambahan iron oxide tidak hanya menyamarkan white cast, tetapi juga memberi perlindungan tambahan terhadap visible light yang dapat memicu hiperpigmentasi. Untuk pasar seperti Indonesia, di mana variasi warna kulit cukup luas, penting bagi brand untuk menghadirkan beberapa pilihan shade agar hasil akhirnya tetap natural dan sesuai dengan tone kulit konsumen.
Solusi-solusi di atas bukan hanya mampu mengurangi risiko munculnya white cast, tetapi juga menjadi nilai tambah bagi konsumen yang semakin kritis terhadap performa dan tampilan akhir produk skincare. Dengan formulasi yang lebih cermat, brand dapat membangun kepercayaan sekaligus memperluas segmen pasar mereka.
Baca Juga: Ide Produk: Menilik Tren Sunscreen di Indonesia – CISAS
Peluang Bisnis Bersama CISAS
Efek white cast sering dianggap sebagai hambatan, namun dalam realitanya, ini bisa menjadi pembeda yang signifikan di pasar. Brand skincare yang mampu menawarkan solusi nyata atas masalah ini akan mendapatkan kepercayaan konsumen lebih cepat, terutama di Indonesia yang mayoritas penduduknya memiliki warna kulit coklat ke gelap.
Bagi para Smartpreneur yang ingin terjun atau mengembangkan bisnis skincare, memahami isu white cast adalah langkah awal untuk merancang produk yang benar-benar dibutuhkan pasar.
CISAS hadir untuk mendampingi proses tersebut. Mulai dari pengembangan formula, validasi ilmiah, uji stabilitas, hingga pendampingan sertifikasi seperti BPOM, CISAS menyediakan solusi menyeluruh berbasis riset dan kebutuhan konsumen tropis.
Ditinjau oleh dr. Oscar Wiradi Putera






