Cocamide DEA adalah bahan populer dalam industri sabun karena kemampuannya meningkatkan busa dan tekstur produk. Produsen sabun sering memilih cocamide DEA untuk membuat produknya lebih lembut dan mudah digunakan. Memahami cocamide DEA penting bagi Smartpreneur yang ingin menciptakan sabun berkualitas dan hasil terbaik.
Baca Juga: Apa Itu Paraben Free? Begini Penjelasan Lengkapnya
Table of Contents
ToggleApa Itu Cocamide Dea?
Cocamide DEA adalah zat yang dibuat dengan mencampur diethanolamine (DEA) dan asam lemak dari minyak kelapa, menghasilkan cairan kental.
Meskipun sering disebut “berasal dari kelapa” supaya terdengar alami, sebenarnya cocamide DEA sudah melalui proses pemurnian dan pengolahan yang cukup intens, membuat sifat alaminya dari kelapa hampir hilang.
Bahan ini biasanya digunakan sebagai pembusa, pengemulsi, dan pengental. Produsen kosmetik dan produk perawatan pribadi menambahkannya ke sabun cair, sampo, kondisioner, sabun mandi busa, eksfoliator, hingga kosmetik untuk membuat busa lebih melimpah dan tekstur lebih lembut dan kental.
Kandungan ini juga kadang dipakai di produk perawatan hewan peliharaan dan pembersih rumah tangga.
Baca Juga: Asam Glikolat: Pengertian, Manfaat, dan Tren dalam Skincare
Fungsi Cocamide Dea dalam Pembuatan Sabun
Salah satu fungsi utama Cocamide DEA adalah sebagai penghasil busa, sehingga sabun lebih melimpah busanya dan terasa lembut saat diaplikasikan.
Selain itu, cocamide DEA bertindak sebagai emulsifier, membantu mencampurkan minyak dan air dalam formula sabun sehingga tekstur produk menjadi lebih konsisten dan homogen.
Bahan ini juga berperan dalam menstabilkan formula sabun, sehingga produk lebih mudah diolah selama proses produksi dan hasil akhirnya tetap seragam.
Dengan adanya cocamide DEA, produsen dapat menghasilkan sabun dengan tampilan lebih menarik, tekstur lembut, dan kualitas yang lebih stabil dari batch ke batch.
Baca Juga: 7 Manfaat Amino Acid untuk Wajah Anti Kusam
Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Menggunakan Cocamide DEA
Meskipun cocamide DEA menawarkan banyak keuntungan dalam pembuatan sabun, penggunaannya memerlukan perhatian khusus untuk mendapatkan hasil optimal.
Berikut penjelasannya:
1. Dosis Penggunaan
Jumlah cocamide DEA harus disesuaikan dengan formula sabun. Terlalu banyak bisa membuat sabun licin atau teksturnya berubah, terlalu sedikit bisa mengurangi busa dan konsistensi produk.
2. Kombinasi Bahan Lain
Cocamide DEA dapat bereaksi dengan beberapa surfaktan atau bahan aktif lain, yang berpotensi menyebabkan perubahan warna, aroma, atau kestabilan produk.
Oleh karena itu, pengujian formula secara menyeluruh sebelum produksi massal sangat disarankan.
3. Regulasi dan Standar Industri
Penggunaan cocamide DEA juga harus mengikuti aturan yang berlaku. Di beberapa negara, ada batas maksimal untuk bahan ini dalam kosmetik dan produk pembersih demi alasan keselamatan.
Produsen perlu memastikan kandungan cocamide DEA sesuai dengan regulasi lokal agar produk tetap sesuai standar.
4. Penyimpanan dan Pengolahan
Penyimpanan dan pengolahan bahan juga berpengaruh. Cocamide DEA sebaiknya disimpan pada suhu yang sesuai dan dijauhkan dari kontaminasi, agar kualitasnya tetap terjaga hingga proses produksi.
Dengan memperhatikan hal-hal ini, penggunaan cocamide DEA akan lebih optimal dan sabun yang dihasilkan tetap berkualitas tinggi.
Baca Juga: Inilah Kandungan Toner yang Lagi Tren di Skincare
Buat Produk Sabun Berkualitas Bersama CISAS
Menciptakan sabun berkualitas membutuhkan bahan yang tepat dan proses produksi yang profesional. CISAS siap membantu Smartpreneur merancang formula sabun dengan tekstur lembut, busa melimpah, dan kualitas yang konsisten.
Tim CISAS juga dapat memberikan panduan mulai dari pemilihan bahan hingga pengolahan formula sesuai tren pasar dan kebutuhan konsumen.
Segera wujudkan ide sabun berkualitas Anda bersama CISAS dan diskusikan kebutuhan produksi Anda, hubungi kami di sini, gratis konsultasi!
Ditinjau oleh dr. Oscar Wiradi Putera






